RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Sambongrejo memiliki salah satu peninggalan alam yang unik dan sarat cerita, yaitu Batu Andesit atau lebih dikenal dengan sebutan Watu Gandul. Batu besar ini menjadi ikon khas desa karena bentuknya yang menonjol dan seolah “menggantung” di antara permukaan tanah, sehingga masyarakat menyebutnya gandul (menggantung).
Batu andesit sendiri terbentuk dari material vulkanik yang membeku akibat aktivitas gunung berapi di masa lampau. Keberadaannya tidak hanya menjadi bukti sejarah geologi, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan cerita rakyat. Masyarakat Sambongrejo meyakini Watu Gandul memiliki kekuatan mistis dan sering dikaitkan dengan kisah-kisah leluhur desa.
Menariknya, Watu Gandul ini merupakan jenis batuan yang sama dengan Batu Semar yang berada di Alun-Alun Bojonegoro. Keduanya sama-sama terbentuk dari batuan andesit, sehingga memiliki nilai geologi sekaligus kearifan lokal yang melekat kuat di tengah masyarakat.
Baca Juga: Rindangnya Alun-Alun Bojonegoro, Alternatif Pilihan Liburan Akhir Pekan
Namun, perlu diketahui bahwa akses menuju lokasi Watu Gandul masih cukup sulit dan terpencil. Jalan menuju ke sana belum tertata dengan baik, sehingga membutuhkan tenaga ekstra bagi para pengunjung yang ingin melihat langsung keunikan batu ini.
Kendati demikian, Watu Gandul tetap menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata desa. Dengan penataan dan pengelolaan yang lebih baik, batu andesit ini bisa menjadi daya tarik edukasi geologi, wisata budaya, sekaligus tempat swafoto yang menarik.
Melalui Watu Gandul, Desa Sambongrejo berupaya memperkenalkan kearifan lokal sekaligus menjaga warisan alam yang unik. Batu ini adalah saksi bisu sejarah bumi sekaligus identitas desa yang patut dilestarikan. (len-mgg/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana