Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Kembali Berbagai Motif Batik Bojonegoro: Terinspirasi dari Sejarah, Kesenian, Hingga Alam

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 22:00 WIB
(Dok. Istimewa)
(Dok. Istimewa)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM –  Batik merupakan kain yang memiliki motif unik sesuai ciri khas suatu daerah di Indonesia dan sudah ada sejak zaman kerajaan. Kata batik berasal dari gabungan 2 kata bahasa Jawa, yaitu "amba" yang artinya menulis, dan "titik" yang artinya titik. Jadi, secara harfiah, ba dan tik atau batik berarti menulis titik.

Keunikan terletak pada proses pembuatannya, kain yang sudah berpola digambar menggunakan canting (alat seperti pena) atau cap (stempel) yang berisi malam cair.

Kabupaten Bojonegoro juga memiliki beberapa batik sebagai bentuk pelestarian budaya, beberapa batik khas Bojonegoro memiliki motif yang mengandung makna sejarah, kesenian, hingga kondisi alam yang perlu dilestarikan agar tidak hilang ditelan waktu. 

Seperti batik Mliwis Mukti, mempresentasikan burug mliwis atau belibis yang dianggap sebagai jelmaan Prabu Angling Dharmo, sedangkan Mukti berarti mulia. Prabu Angling Dharmo sendiri merupakan Raja Malowopati yang dalam cerita rakyat dianggap pernah berada di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga secara tidak langsung, sejarah Kabupaten Bojonegoro diabadikan melalui batik agar tetap Lestari dalam bentuk motif kain yang menarik.

Baca Juga: Batik Obor Sewu Khas Masyarakat Samin Bojonegoro Melenggang ke Gedung Negara Grahadi Surabaya

Di Kabupaten Bojonegoro juga terdapat suatu kesenian yaitu wayang dan tari thengul. Tarian ini sangat dibanggakan dan kerap ada diacara acara penting yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro, oleh karena itu terdapat batik Rancak Thengul, yang merupakan batik dengan motif kesenian wayang dan tari kebanggaan Kabupaten Bojonegoro.

Setelah batik dengan motif sejarah dan kesenian, terdapat juga batik yang mempresentasikan kondisi alam Kabupaten Bojonegoro, mengingat bahwa sebagian besar petani kabupaten bojonegoro merupakan petani tembakau, dan tanaman tembakau tersebut memiliki aroma yang khas. Maka terciptalah suatu batik bernama Sata Gono Wangi, yang berasal dari tiga kata yaitu sata (tembakau), ganda (aroma), dan wangi (harum). 

Selain tiga batik diatas masih terdapat banyak lagi jenis motif batik yang mempresentasikan Sejarah, kesenian hingga kondisi alam di kabupaten bojnegoro. Sehingga dengan adanya batik ini masyarakat luar bisa lebih mengenal akan ciri khas dan keunikan kabupaten bojonegoro. (mae-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Budaya #kesenian #tanaman #Motif #bojonegoro #batik #tembakau #Thengul #motif batik