RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perayaan Grebeg Suro, jatuh pada 1 Muharram bersamaan dengan puncak Hari Jadi Kabupaten Ponorogo yang ke 529. Ini menjadi salah satu acara yang spektakuler dan masuk dalam kalender wisata tetap Jawa Timur yang rutin digelar.
Pada rangkaian acara Grebeg Suro, acara-acara yang dihelat sarat akan nilai seni dan tradisi. Yakni, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Serta pagelaran Festival Nasional Reog Ponorogo.
Festival Nasional Reog Ponorogo dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya satu bulan sebelum puncaknya, yakni 1 Muharram dan final jatuh pada malam puncak rangkaian acara Grebeg Suro.
Sementara itu, pada rangkaian acara Grebeg Suro, yang sekaligus malam final Festival Nasional Reog Ponorogo dilaksanakan pada malam 1 Muharram yang biasa disebut dengan 1 Suro pada kalender Jawa.
Peserta Festival Nasional Reog Ponorogo berasal dari daerah-daerah seluruh Indonesia seperti Madiun, Malang, Ponorogo, Yogyakarta, Jakarta serta berbagai daerah luar Jawa. Bahkan, peserta dalam Festival Nasional Reog Ponorogo juga sudah merambah di kancah internasional dengan diikuti oleh peserta negara-negara dari luar negeri.
Alun-alun Ponorogo selalu menjadi pusat dilaksanakannya pertunjukan Festival Nasional Reog Ponorogo. Tempat ini juga sudah tersedia panggung permanen dengan berbagai fasilitas, ruang ganti, make up, serta berbagai sarana untuk festival para peserta.
Salah satu pendukung, di sekitaran Alun-Alun juga terhias secara permanen berupa monumen dan patung. Hal ini melambangkan tradisi Reog dan berbagai legendanya.
Ada dua kelas kategori yang diperlombakan dalam Festival Reog Nasional ini, Festival Reog Remaja (FRR) dan FNRP (Festival Nasional Reog Remaja).
Dalam gelaran Festival Reog Remaja (FRR) ke XXI dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke XXX resmi berakhir, terdapat 10 penampil terbaik, apakah juara bertahan bisa mempertahankan gelar?
Keberadaan Reog memang tidak bisa dilepaskan dari terbentuknya Ponorogo. Hal ini berkaitan erat dengan legenda Dewi Songgolangit dan Prabu Klono Sewandono. (cho)
Inilah Daftar Para Pemenang Festival Reog Nasional Ponororo XXX dan Festival Reog Remaja XXI 2025:
10 PEMENANG FESTIVAL REOG REMAJA TERBAIK
1. Singo Mulang Joyo (SMPN 4 Ponorogo)
2. Sardulo Candi Taruno (SMPN 1 Kauman)
3. Taruno Mudho (SMPN 1 Jetis)
4. Kridha Taruna (SMPN 1 Mlarak)
5. Sekar Mas (SMPN 5 Ponorogo)
6. Sardulo Pratomo (SMPN 6 Ponorogo)
7. Joyo Manggolo (SMPN 2 Ponorogo)
8. Singo Bayi Manggolo (SMPN 3 Ponorogo)
9. Singo Sumowicitro (SMPN 2 Kauman)
10. Singo Taruna Budaya (SMPN 1 Ponorogo)
10 GRUP PELESTARI BUDAYA TERBAIK
1. Reog Purabaya (Surabaya)
2. Kridha Satrio Tomo (Komisariat PSHT Pusat Madiun)
3. Gembolo Sardulo (Bungkal Ponorogo)
4. Sardulo Seto Manggolo (Ponpes Sunan Kalijogo Walikukun Ngawi)
5. Sardulo Joyo Gendilo (PSHW Pusat Madiun)
6. Laskar Wani Surabaya
7. Reog Ki Ageng Mirah (Lesbumi PCNU Ponorogo)
8. Sapto Tunggul Wulung (Kota Batu)
9. Surontani Simojoyo (Tulungagung)
10. Singo Mudo Bolosewo (Kepuhrubuh Siman)
10 GRUP REOG PENYAJI TERBAIK
1. Taruno Suryo (SMA Muhammadiyah Ponorogo)
2. Reog Watoe Dakon (UIN Ponorogo)
3. Manggolo Mudho (Pawargo Yogyakarta)
4. Reog Tingangjuru Lumajang
5. Singo Caraka Kusumo (Eks PB Arjowinangun)
6. Bantarangin Singowijoyo (DKI Jakarta)
7. Kencana Dewi Hotel (Ponorogo)
8. Kridha Taruna (SMA 2 Ponorogo)
9. Gajah Manggolo (SMA 1 Ponorogo)
10. Reog Brawijaya (Universitas Brawijaya Malang).