Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tradisi Jambean di Desa Purwosari, Kecamatan Blora: Digelar di Area Sendang, Pemanjat Mayoritas Remaja

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 18 Mei 2024 | 21:39 WIB
ANTUSIAS: Ratusan warga Desa Purwosari antusias menonton tradisi jambean yang digelar di area sendang. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)
ANTUSIAS: Ratusan warga Desa Purwosari antusias menonton tradisi jambean yang digelar di area sendang. (LUKMAN HAKIM/RADAR BOJONEGORO)

 

Kegiatan sedekah bumi di Desa Purwosari, Kecamatan Blora diwarnai tradisi jambean atau panjat pinang. Uniknya, jambean itu digelar di area sendang. Ratusan warga berkumpul menikmati keseruannya.

BYUURRRR… suara cipratan air dari anak-anak yang terjatuh saat memanjat bambu. Saat itu pula, disambut riuh teriakan dan tepuk tangan warga menjadi fenomena menarik agenda gas deso di Desa Purwosari Kecamatan Blora.

Berlokasi di sebuah sendang, jadi tradisi khas untuk menghargai sumber kehidupan yakni mata air bagi warga desa.

’’Memang gas deso (sedekah bumi) identiknya di lokasi sendang, yang ada airnya, tempat yang sudah berpuluh tahun jadi tempat sakral, makanya jambean (panjat pinang) diadakan di situ,” ungkap Kepala Desa (Kades) Purwosari Anisa Widi Rumdhani.

Warga nampak tumpah ruah berdiri di atas jembatan, tepat di bawahnya bambu disilangkan. Berbagai hadiah menarik menjadi rebutan para pemanjat. Selain di atas jembatan, warga juga membanjiri sekitar sendang.

Sumber mata air bagi warga desa itu dimanfaatkan sebagai sarana untuk menghidupkan tradisi dan menghargai sumber kehidupan yakni mata air bagi warga desa. ’’Air adalah salah satu sumber kehidupan, bagian dari meneruskan tradisi para sesepuh terdahulu,” ungkapnya.

Anisa mengatakan, tradisi jambean tersebut sudah dilakukan setiap tahun. Namun, dengan berjalannya waktu, para pemanjat sudah berganti. Awalnya orang dewasa, saat ini dilakukan oleh para anak-anak remaja.

’’Semuanya boleh ikut partisipasi, kalau dahulu juga orang dewasa. Lokasinya tetap sama di sendang,” teranganya. Tidak hanya sebagai agenda menghidupkan tradisi leluhur desa, agenda tersebut juga menjadi sarana hiburan bagi warga desa.

Gelak tawa hingga wajah serius nampak di sendang. Mereka cukup antusias mengikuti acara gass deso dari pagi hingga sore hari. ’’Bentuk rasa syukur warga desa karena telah dikaruniai alam yang asri dan sumber kehidupan bagi warga,” jelasnya.

Dimas, salah satu penonton mengaku, saat ada gas deso, dirinya selalu meluangkan waktu untuk berkunjung. Sebab, agenda jambean hanya ada di Desa Purwosari. Hadir bersama anaknya untuk melihat atraksi yang ditampilkan para pemanjat.

’’Selain jambean ini kan juga ada hiburan lainnya,” ujarnya. Tak jauh dari lokasi sendang, hiburan lainnya seperti ketoprak dengan iringan gamelan Jawa. Beberapa tradisi yang disuguhkan menjadi pemantik warga desa lain untuk datang dan berkunjung.

Menurutnya, agenda gas deso yang unik dapat menarik minat wisatawan. ’’Iya, bisa saja wisatawan luar daerah tertarik,” katanya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sedekah bumi #panjat pinang #Sungai #Sendang #Jambean #purwosari #kades #blora #Gas Deso