Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Untuk Menjinakkan, Masukkan Jari ke Mulut Musang

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 23 Juli 2022 | 18:03 WIB
JINAK: Salah satu musang lovers di Lamongan Dea merawat musang sejak Tahun 2019. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
JINAK: Salah satu musang lovers di Lamongan Dea merawat musang sejak Tahun 2019. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Taring tajam membuat musang tampak menyeramkan. Meski begitu, kini cukup banyak yang menjadikan hewan karnivora tersebut peliharaan. Salah satunya warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Lamongan Ariel Sharon. Para pecinta musang di Kota Soto tergabung dalam wadah Komunitas Asik Lovers Lamongan.

 

Hanya berjarak empat meter dari kandang musang milik Ariel, aroma pandan cukup menyengat tercium. Tampak dua musang di sana. Musang rase berbulu cokelat kehitaman lebih agresif, lincah, dan sedikit agak galak. Sedangkan, musang Lombok hitam tampak lebih kalem dan jinak.

 

Ariel mengatakan, merawat musang bayi lebih mudah dijinakkan ketimbang yang sudah dewasa. Caranya sering mengelus dan memandikan. Selain itu, sering mengangkat musang di bagian perut, untuk menjaga keseimbangan dan membuat musang lebih nyaman.

 

‘’Saat masih kecil, jari kita dimasukkan  ke mulut musang, antara gigi taring. Agar dia (musang, Red) terbiasa merasakan jari sang owner. Sedikit sakit tidak apa-apa, kan musangnya masih bayi, jadinya giginya masih kecil,’’ ujar Ariel Sharon sambil bercengkerama dengan musang yang dinamainya Blacky.

 

Cowok berusia 20 tahun tersebut mengaku biasanya musang Lombok hitam miliknya diberikan makan nasi, kepala ayam, dan buah-buahan dua kali sehari. Sedangkan, musang rase perlu dipancing dengan ayam sedikit agar bersedia makan. Porsi makan normal pada musang yang berusia tujuh tahun lebih, yakni nasi berkisar satu kepal. Pada dasarnya musang merupakan karnivora, tapi juga bisa menjadi omnivora, yang tergantung selama perawatan.

Photo
Photo
JINAK: Salah satu musang lovers di Lamongan Dea merawat musang sejak Tahun 2019. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

‘’Aslinya untuk musang makannya 80 persen omnivora, tapi tergantung owner  untuk perawatannya,’’ katanya.

 

Musang tergolong hewan nocturnal. Ketika birahi, biasanya mengeluarkan suara dan bau yang menyengat. Ariel memandikan musang kesayangannya satu minggu tiga kali. Serta kandang harus sering dibersihkan. ‘’Satu minggu sekali diberi vitamin minyak ikan, untuk membuat imun musang lebih kuat,’’ ujarnya.

 

Musang lovers lainnya Dea menggemari musang sejak Tahun 2019. Bagi dia, musang memiliki keunikan tersendiri dibanding hewan lainnya. Ketika dilihat dari badannya lebih mirip dengan kucing. Namun, saat dilihat dari kepala lebih mirip anjing.

 

‘’Saya tidak takut memelihara, kan semua tergantung owner-nya cara menjinakan,’’ ucapnya.

 

Anak kecil dilarang memegang kepala musang. Sebab, dia menceritakan, ketika komunitas berkumpul di Alun-Alun, ada salah satu anak kecil memegang kepala musang dan digigit. Jika terlihat musangnya ingin menggigit orang, maka dia bakal menyodorkan jarinya.

 

‘’Musang nanti gak akan berani gigit, karena dia sudah tahu kalau itu jari kita (pemiliknya, Red),’’ terangnya. (sip/ind)

 

Photo
Photo
JINAK: Salah satu musang lovers di Lamongan Dea merawat musang sejak Tahun 2019. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Nokturnal #Jinak #Hobi #lamongan #Musang #Jari