Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tujuh Sekolah Kecamatan Turi Terendam, Siswa Terpaksa Dipulangkan

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 9 Februari 2024 | 01:15 WIB
TERDAMPAK: Beberapa anak-anak di Dusun Gabus, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi tampak kegirangan menjadikan banjir sebagai tempat berenang.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RADAR LAMONGAN)
TERDAMPAK: Beberapa anak-anak di Dusun Gabus, Desa Tambakploso, Kecamatan Turi tampak kegirangan menjadikan banjir sebagai tempat berenang. (ANJAR DWI PRADIPTA/RADAR LAMONGAN)

 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Pendidikan Lamongan mendata jumlah sekolah terdampak banjir di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. Hingga kemarin siang (7/2), dilaporkan masih terdapat tujuh sekolah terendam. Meliputi SDN Tambakploso, TK Nusantara, TK Tunas Harapan, TK Harapan Bangsa, KB Tunas Harapan, KB Nusantara, dan KB Harapan Bangsa.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa titik tanggul Kali Plalangan Jebol merendam pemukiman, sawah tambak, dan fasilitas umum. Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif menjelaskan, ada beberapa lembaga yang terdampak tanggul jebol. Sehingga air masuk ke halaman dan beberapa ruang kelas, yang menyebabkan aktivitas pembelajaran terganggu.

Air yang masih cukup tinggi yakni seukuran mata kaki orang dewasa, maka pelajar dipulangkan lebih awal agar belajar dari rumah. Pihak sekolah sedikit lebih tenang, karena hari ini (8/2) libur tanggal merah. 

‘’Minimal dengan libur empat hari ini, kita ada waktu untuk membersihkan sekolah, sambil menunggu petugas penanggulangan banjir melakukan upaya pencegahannya,” terang Munif, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Dia berharap, penanganan sementara yang dilakukan akan berdampak dalam mengurangi volume air yang masuk ke halaman sekolah. Sehingga minggu depan sudah bisa dilakukan pembelajaran normal seperti biasanya.

Bagaimana jika kondisi belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. Munif mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah dengan pembelajaran jarak jauh, karena siswa harus tetap mendapatkan pembelajaran.

‘’Kita upayakan agar pembelajaran tetap berlangsung, baik itu secara daring maupun memanfaatkan lokasi darurat sementara,” terangnya.

Munif meminta agar kepala sekolah kooperatif dalam melaporkan kondisi lembaganya setiap saat. Selain itu, untuk arsip penting sebaiknya segera disimpan sebagai bentuk antisipasi. Kemudian, dia juga meminta agar dilakukan piket selama libur nanti, untuk memantau perkembangan kondisi banjir di lembaga masing-masing.

Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Gunadi melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaan, Saikhu Rohman menuturkan, untuk tanggul di Kali Plalangan yang jebol sudah dilakukan perbaikan secara gotong royong. Sedangkan di sisi utara masih proses perbaikan.

‘’Alat bergerak ke titik dua, untuk menutup tanggul yang utara,’’ ujarnya.

Hujan deras juga berdampak pada meningkatnya debit air daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo. Sehingga, air meluber hingga ke pemukiman warga dan lahan pertanian di Wilayah Babat dan Laren kemarin.

Kalaksa BPBD Lamongan, Joko Raharto menjelaskan, sebanyak 43 rumah di Kelurahan Babat tergenang dengan ketinggian 20-25 centimeter (cm). Sementara itu, petugas masih mendata pemukiman yang terdampak di  Kelurahan Banar, Desa Bedahan, Desa Truni, dan Desa Trepan.

Sedangkan, ada beberapa desa di Kecamatan Laren terdampak luberan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Di antaranya Desa Durikulon, Centini, Keduyung, Pesanggrahan, Mojoasen, Siser, Bulutigo, dan Taman Prijek.

‘’Di Laren pemukiman di wilayah bantaran, ada masuk pemukiman sekitar 5-10 cm, ini masih dalam pendataan,’’ ujar Joko, sapaan akrabnya.

Dia intens memantau ketinggian muka air Bengawan Solo dari laporan dari BBWS. ‘’Saya berharap tidak hujan, sehingga perkiraan enam sampai delapan jam ke depan, permukaan Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Lamongan bisa turun,’’ imbuhnya. (rka/sip/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Laren #bengawan solo #tanggul #Dinas Pendidikan #banjir #Hujan #dinas pu sda #lamongan #turi #bbws