Ketatnya pertandingan di Sport Center Lamongan, Jalan Basuki Rahmat kemarin (25/1) itu dapat dilihat dari lolosnya 13 tim ke babak berikutnya. Empat pertandingan di antaranya harus diakhiri dengan babak penalti.
Tim kota, SMPN 2 Lamongan misalnya. Tim sekolah di Jalan Veteran Lamongan itu hanya mampu bermain tanpa gol di waktu normal, 2 x 10 menit, saat melawan SMPN 1 Mantup. SMPN 2 Lamongan akhirnya menang dengan skor 3-1 dari adu tendangan penalti.
Pelatih tim futsal SMPN 2 Lamongan, Haidar F Abror, menuturkan, kedua tim sangat bagus dan jual beli serangan. ‘’Akhirnya penalti dan dimenangkan SMPN 2 Lamongan,’’ ucapnya.
Dia bakal melakukan persiapan untuk babak selanjutnya. Permainan tim akan dievaluasi. ‘’Tidak berharap banyak, yang penting target masuk semifinal dulu,’’ jelasnya.
Jalan yang sama harus dilalui MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan saat mengalahkan SMPN 1 Modo. Setelah bermain imbang 0 – 0, MTs tersebut menang adu penalti dengan skor 4 - 3.
Salah satu offisial MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan, Kasinu Kamaludin, menuturkan, pertandingan kemarin cukup berat. Semangat anak didiknya membuat laga itu harus ditentukan adu tendangan penalti. ‘’Dari penalti, semua dari ketentuan Allah. Untuk persiapan, besok recovery,’’ ujarnya.
Skor yang sama dengan kemenangan MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan dicatatkan MTs Thoriqotul Hidayah Centini atas SMPN 1 Maduran. Sedangkan SMPN 2 Kedungpring mengalahkan SMPN 3 Sugio melalui adu penalti setelah bermain imbang 1 - 1 di waktu normal.
Offisial SMPN 2 Kedungpring, Suripto, mengatakan, kedua tim menunjukkan semangat luar biasa. Sportivitas suporter kedua tim juga dinilai luar biasa.
‘’Ini menjadikan wadah menggali potensi anak-anak Se-Kabupaten Lamongan melalui kegiatan futsal,’’ ujarnya.
‘’Harapan kami Bupati Cup bisa dilaksankan setiap tahunnya,’’ harapnya. (sip/yan)