
Karya:
Choirul Anam
Perangkat Desa Margomulyo Kecamatan Balen
PAGI itu, seperti biasa, Raka duduk di teras rumahnya sambil menunggu matahari naik sedikit lebih tinggi. Di tangannya ada secangkir kopi hitam yang masih mengepul. Ia menyesap perlahan, lalu memandang jalan kecil di depan rumah yang mulai ramai oleh anak-anak sekolah.
Raka sebenarnya bukan orang yang terlalu tua. Usianya baru empat puluh lima. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir ia sering merasa dunia berubah terlalu cepat. Terutama sejak sesuatu yang disebut orang sebagai akal imitasi mulai masuk ke hampir semua ruang kehidupan.
Dulu Raka bekerja sebagai penulis lepas. Ia menulis artikel, cerita pendek, bahkan kadang membantu orang membuat pidato atau sambutan acara. Pekerjaan itu cukup untuk menghidupi keluarganya.
Namun dua tahun terakhir semuanya berubah.
Orang-orang mulai berkata, “Ngapain bayar penulis? Tinggal pakai AI saja.”
Kalimat itu awalnya terdengar seperti lelucon. Tetapi lama-lama Raka menyadari bahwa kalimat itu benar-benar sedang terjadi.
Suatu sore ia pernah menerima pesan dari seorang klien lama.
“Mas Raka, maaf ya. Sekarang saya pakai aplikasi saja. Lebih cepat.”
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





