Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan Hendro Setiyo Budi menuturkan, tahun ini targetnya naik 1,5 persen dari tahun lalu. Sebab, diakuinya, rerata setiap tahun target pasti mengalami kenaikan.
‘’Karena potensi kinerja harus ada progress naik,’’ tutur Hendro, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/1).
Di sisi lain, produksi tangkapan laut masih minim di awal tahun ini. Sebab, sebagian nelayan masih terkendala cuaca, sehingga belum berani melaut. Hendro membenarkan hal tersebut. Namun, kondisi ini wajar karena masih masuk musim baratan.
‘’Mungkin banyak melaut Februari, karena terpengaruh musim angin,’’ imbuhnya.
Hendro berharap nantinya tempat pelelangan ikan (TPI) yang ada mampu mengokomodasi seluruh jenis perikanan tangkap. Sebab, selama ini masih terdapat tangkapan yang belum masuk jangkauan. Salah satunya rajungan, yang langsung dijual nelayan ke pengepul.
‘’Harapannya bisa memfasilitasi para nelayan untuk menjual hasil tangkapannya. Sehingga ada wadah untuk transaksi nelayan dan konsumen, dengan pelayanan yang tertib,’’ ucapnya.
Ketua Rukun Nelayan Brondong Mugiyanto mengatakan, kondisi saat ini banyak nelayan yang mengeluh tidak bisa melaut karena musim barat. Otomatis banyak nelayan yang tidak bisa kerja.
‘’Sekitar dua bulan lebih saya tidak melaut,’’ ujarnya. (sip/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto