Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Perlu Ada Merek Pada Gerabah

M. Yusuf Purwanto • Senin, 9 Januari 2023 | 18:32 WIB
BELUM MILIKI CIRI KHAS: Pemkab Lamongan harus menjembatani agar produk gerabah lokal memiliki merek. (AHMAD ASIP/RDR.LMG)
BELUM MILIKI CIRI KHAS: Pemkab Lamongan harus menjembatani agar produk gerabah lokal memiliki merek. (AHMAD ASIP/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Kota Soto memiliki sejumlah tempat sentra gerabah, yang produknya memenuhi pasar di sejumlah wilayah. Namun, hingga kini produk gerabah lokal tidak memiliki ciri khas.

 

Perajin gerabah di Desa Gedangan, Kecamatan Maduran berharap ke depannya produk gerabah lokal Lamongan bisa didaftarkan merek. Sehingga mengantisipasi klaim dari pihak lain di luar daerah.

 

 

Salah satu perajin gerabah setempat, Mad Kazin menuturkan, ke depan hasil gerabah dari Lamongan bisa ada merek atau ciri khas. Misalnya di belakang cobek diberi penanda. Sehingga, konsumen mengetahui asal produk tersebut. Namun, diakuinya, selama ini cobek dari desanya bisa diakui dari kota lain.

 

‘’Cobek ini biasanya dikirim ke Madura dan Kalimantan. Saya juga jualan keliling di sekitar,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (8/1).

 

Awal bulan ini, kendala perajin gerabah masih pada cuaca yang tak menentu. Yakni cuaca sempat sering hujan, sehingga pengeringan tidak bisa maksimal. Selain itu, perajin harus mengeluarkan tenaga ekstra.

 

‘’Kalau cuaca normal pengeringan hanya satu minggu mas,’’ imbuhnya.

 

Perajin gerabah lainnya, Suratno membenarkan jika saat ini juga terkendala cuaca. Bahkan jika hujan, dirinya harus libur kerja. Sebab jika dijemur takutnya justru rusak terkena hujan. ‘’Biasannya menunggu cuaca panas,’’ ucapnya.

 

Perajin gerabah lainnya Umiati mengakui penjualan dan harga gerabah saat ini cukup bagus. Sebab barang minim karena terkendala cuaca. Untuk harga cobek ukuran pecel lele Rp 3 ribu per biji, ukuran sedang Rp 7 ribu per biji, sedangkan yang paling besar Rp 20 ribu per biji.

 

‘’Apalagi sejak BBM naik, ada kenaikan Rp 500 rupiah per biji,’’ terangnya. (sip/ind)

Photo
Photo
BELUM MILIKI CIRI KHAS: Pemkab Lamongan harus menjembatani agar produk gerabah lokal memiliki merek. (AHMAD ASIP/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#ciri khas #gerabah #lamongan #merek