Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sarankan Jual Obat Pertanian

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 1 November 2022 | 19:57 WIB
KALAH SAINGAN: Salah satu warung LA yang lokasinya cukup dekat dengan minimarket. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
KALAH SAINGAN: Salah satu warung LA yang lokasinya cukup dekat dengan minimarket. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Komisi D DPRD Lamongan menyoroti keberadaan se bagian warung Lamongan (LA). Sebab, sejumlah warung LA ada gedungnya, tapi tidak ada isinya.

‘’Banyak warung LA yang hanya ada gedung, tanpa ada isi,’’ klaim Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Abdul Somad.

‘’Ada lagi, di depan Alfamart ada warung LA. Orang kan cenderung ke Alfamart,’’ imbuhnya.

Anggota komisi D, Imam Fadlli, menilai warung LA bisa berkembang. Syaratnya, letaknya harus strategis dan tidak berdekatan dengan tempat perbelanjaan lain.

‘’Kalau kemudian kanan kiri sudah ada Alfamart atau toko klontong, kalau didirikan Warung LA tidak jalan,’’ katanya. Dia menyarankan, warung LA dikembangkan dengan men jual produk desa atau kebutuhan desa. Dicontohkan daerah pertanian. Warung LA bisa menjual obat pertanian.

‘’Sekirnya itu bisa menjadikan warung LA hidup. Kalau hanya menjual kebutuhan pokok, ini sudah banyak penjualnya. Konsep dikembangkan, memunculkan ide baru,’’ jelasnya.

‘’Jangan sampai tutup sepi, karena sudah ada tempatnya,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lamongan, M Zamroni, menuturkan, dinasnya berkeinginan warung LA bisa berjalan de ngan baik. Saat ini, sebagian sudah dilaksanakan.

‘’Keinginan kita, ada warung LA bisa jalan. Bagaimana itu ditumbuhkembangkan di desa, mungkin dengan inovasi desa itu sendiri, dengan membangun jejaring pasar sendiri yang ada di desanya,’’ jelasnya.

Dia juga mendorong BUMDes bisa membangun unit usaha ekonomi. Sehingga, kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, bisa disediakan. Secara manajemen, Zamroni mengakui toko modern memiliki manajemen lebih solid dibandingkan BUMDes.

‘’Tergantung dari inovasi masing - masing desa, bagaimana mengembangkan bumdesnya,’’ katanya.

‘’Harapan kita, terus dikembangkan. Desa belum jalan, kita dorong supaya nanti bisa memanfaatkan BUMDes tadi,’’ imbuhnya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto
#DPRD #Desa #warung la #obat tani #Pertanian #pmd #masyarakat #toko