Dia memastikan, Dispora Lamongan tidak mengalokasikan anggaran khusus. Sehingga perawatannya hanya menyesuaikan. Hanya dilakukan pengecekan rumput lapangan di Kelurahan Sukomulyo, Lamongan tersebut sebulan sekali.
‘’Minimal tiga minggu sekali kita cek, karena memang belum dianggarkan dan masih fokus training ground,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Sebenarnya, luas Lapangan Choirul Huda ini cukup ideal untuk latihan Persela senior. Namun, diakuinya, saat ini lapangan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan pemain muda.
Selain latihan di Stadion Surajaya, skuad Persela biasanya latihan di Deket. Seperti diketahui, ketika ada verifikasi dari PSSI yang disodorkan sebagai lapangan latih yakni di Deket. Lapangan Choirul Huda digunakan untuk pembinaan atlet muda atau Persela football academy (PFA).
Kandam memastikan, lapangan Choirul Huda masih digunakan oleh persela academy sampai sekarang. Seleksi dan latihan tetap dilakukan disana tapi untuk jadwalnya memang ditangani langsung oleh Askab PSSI Lamongan.
‘’Kita berusaha mendukung dalam hal sarpras, kemudian pengembangan langsung dari pihak askab,” ucapnya.
Lapangan Choirul Huda ini sebelumnya sempat direncanakan untuk menjadi lapangan sintesis. Namun, belum terealisasi karena pandemi Covid-19 dan perubahan dari pengelola.
Ketua Askab PSSI Lamongan Bambang Didik membenarkan jika lapangan Choirul Huda masih digunakan latihan PFA. Pembinaan sepak bola untuk anak usia dini, yang diharapkan mampu memunculkan bibit pemain potensial untuk Persela.
‘’Masih dipakai (latihan) dan pembinaan pemain,” terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto