Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Lapangan Khoirul Huda Minim Perawatan

M. Yusuf Purwanto • Selasa, 6 September 2022 | 21:09 WIB
TAK ADA ANGGARAN KHUSUS: Potret Lapangan Choirul Huda yang digunakan berlatih PFA. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
TAK ADA ANGGARAN KHUSUS: Potret Lapangan Choirul Huda yang digunakan berlatih PFA. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Lapangan Choirul Huda di kelurahan Sukomulyo Lamongan minim perawatan. Fasilitas olahraga yang diperuntukkan untuk pembinaan atlet muda atau Persela Academy itu kurang terawat. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lamongan Kandam menuturkan, lapangan Choirul Huda atau lapangan Sukomulyo ini tidak ada perawatan khusus.

 

Dia memastikan, Dispora Lamongan tidak mengalokasikan anggaran khusus. Sehingga perawatannya hanya menyesuaikan. Hanya dilakukan pengecekan rumput lapangan di Kelurahan Sukomulyo, Lamongan tersebut sebulan sekali.

 

‘’Minimal tiga minggu sekali kita cek, karena memang belum dianggarkan dan masih fokus training ground,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Sebenarnya, luas Lapangan Choirul Huda ini cukup ideal untuk latihan Persela senior. Namun, diakuinya, saat ini lapangan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan pemain muda.

 

Selain latihan di Stadion Surajaya, skuad Persela biasanya latihan di Deket. Seperti diketahui, ketika ada verifikasi dari PSSI yang disodorkan sebagai lapangan latih yakni di Deket. Lapangan Choirul Huda digunakan untuk pembinaan atlet muda atau Persela football academy (PFA).

 

Kandam memastikan, lapangan Choirul  Huda masih digunakan oleh persela academy sampai sekarang. Seleksi dan latihan tetap dilakukan disana tapi untuk jadwalnya memang ditangani langsung oleh Askab PSSI Lamongan.

 

‘’Kita berusaha mendukung dalam hal sarpras, kemudian pengembangan langsung dari pihak askab,” ucapnya.

 

Lapangan Choirul Huda ini sebelumnya sempat direncanakan untuk menjadi lapangan sintesis. Namun, belum terealisasi karena pandemi Covid-19 dan perubahan dari pengelola.

 

Ketua Askab PSSI Lamongan Bambang Didik membenarkan jika lapangan Choirul Huda masih digunakan latihan PFA. Pembinaan sepak bola untuk anak usia dini, yang diharapkan mampu memunculkan bibit pemain potensial untuk Persela.

‘’Masih dipakai (latihan) dan pembinaan pemain,” terangnya. (rka/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto
#pfa #penjaga gawang #Lapangan #Pembinaan #lamongan