Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Sebanyak 72 Mahasiswa Pascasarjana Ikuti Yudisium

M. Yusuf Purwanto • Senin, 29 Agustus 2022 | 17:27 WIB
TINGKATKAN KUALITAS TENAGA PENGAJAR: Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono, menjelaskan tentang sejumlah dosen yang mengikuti program doktor hingga kuliah S-3 di luar negeri.  (ANJAR DWI P/RDR.LMG)
TINGKATKAN KUALITAS TENAGA PENGAJAR: Rektor Unisla, Bambang Eko Muljono, menjelaskan tentang sejumlah dosen yang mengikuti program doktor hingga kuliah S-3 di luar negeri.  (ANJAR DWI P/RDR.LMG)

85 Persen Lulusan Berpredikat Cumlaude


LAMONGAN, Radar Lamongan – Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar prosesi yudisium bagi calon wisudawan program magister tahun akademik 2021/2022 di Gedung Aula Pascasarjana Unisla, Sabtu (27/8). Sebanyak 72 peserta yang terdiri dari dua program studi mengikuti prosesi. Meliputi 49 peserta dari Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 23 peserta dari Magister Manajemen.

 

Dalam kesempatan tersebut, dibacakan putusan dan penetapan nama-nama yang telah memenuhi syarat akademis, telah menyelesaikan proses pendidikan dengan baik, dan dinyatakan lulus di sekolah Pascasarjana Strata Dua (S2).

 

Adapun yang mendapat predikat terbaik untuk program Magister PAI diraih oleh Nur Fitrohtul Islamiyah dengan IPK 3,96, serta Ahmad Shobirin dengan IPK 3,93 dari program Magister Manajemen.

 

‘’Tahun ini, Unisla berhasil melahirkan sebanyak 49 Magister PAI dan 23 Magister Manajemen,’’ tutur Plt. Direktur Sekolah Pascasarjana Unisla Zulkifli Lubis dalam sambutannya.

 

Zulkifli menuturkan, dalam momentum yudisum tahun ini, termasuk di dalamnya adalah melahirkan magister yang berasal dari para guru Madrasah Diniyah (Madin) yang mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jatim.

 

‘’Alhamdulillah, dari 20 mahasiswa penerima beasiswa, semuanya lulus tepat waktu,’’ ucapnya.

 

Dengan semangat, pada mahasiswa mampu menyelesaikan dari sekian SKS yang ada. Ternyata, para alumni-alumni pondok pesantren dari guru madin ini, mampu menunjukan secara akademis dengan mendapatkan nilai yang baik.

 

‘’Ini menunjukan bahwa teman-teman pesantren tidak ketinggalan akademisnya, terbukti di kelulusanya banyak yang berpredikat cumlaude,’’ imbuhnya.

 

Di saat pandemi Covid-19 lalu, terang Zulkifli, ternyata pembelajaran di  sekolah Pascasarjana Unisla tidak menurun, tapi justru meningkat. Dia mengapreasiasi atas  keseriusan mahasiswa dan tenaga pengajar Pascasarjana yang sangat luar biasa. Meski ada pandemi tapi tetap mengikuti kaidah- kaidah yang ada pada standar Pascasarjana.

 

‘’Terbukti dari capaian hasil lulusan kali ini 85 persen cumlaude,’’ ujar Zulkifli.

 

Zulkifli menuturkan, pihaknya benar-benar berkomitmen menjadikan Pascasarjana Unisla sebagai trendsetter intelektualisme dan pengembangan ilmu pengetahuan. Baik di tingkat lokal, nasional, dan global.

 

‘’Unisla adalah satu-satunya kampus di Karisedanan Bojonegoro yang mendapatkan predikat akreditasi institusi Baik Sekali,’’ tuturnya.

 

Sementara itu, Rektor Unisla Bambang Eko Muljono memberikan pesan pada peserta program Magister Manajemen. Yakni teori-teori ekonomi  lama, kini terjungkal akibat dengan kecepatan perkembangan teknologi revolusi industry 4.0. Sebagai dampaknya  banyak department store yang sepi akibat kalah dengan penjual di  marketplace.

 

‘’Untuk itu, teman- teman S2 ini, mau tidak mau harus terus mempelajari dan mengikuti perkembangan teknologi di bidang ekonomi,’’ harapnya.

 

Kepada Magister PAI, Bambang juga berpesan untuk selalu mengembangkan diri dengan menyesuaikan perkembangan teknologi. Kini banyak yang memanfaatkan sekolah online,  ruang guru dan lain sebagainya.  Tanpa guru mereka bisa berprestasi dan tidak sedikit yang masuk  kedokteran.

 

‘’Oleh karena itu, kalau teman-teman tidak hati-hati dengan perkembangan teknologi dan tidak bisa mengembangkan diri, jangan-jangan nanti murid tidak mau ketemu guru,’’ ujarnya. (lam) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Program Magister #unisla lamongan #teknologi #Yudisium #lamongan