‘’Fluktuasi suhu menyebabkan ikan dan udang tidak nyaman, sehingga bisa mengakibatkan kekurangan oksigen pada pagi hari,’’ ujar koordinator penyuluh Dinas Perikanan Lamongan, Awang Rochadiyan Okrista.
Menurut dia, suhu berfluktuasi menyebabkan udang gagal molting dengan gejala klinis munggut atau berenang di permukaan air. ‘’Serangan penyakit pada udang dan ikan juga rentan pada saat ini karena terjadi musim bediding. Tentunya ini bisa menyebabkan kematian pada ikan dan udang di lahan sawah tambak,’’ jelasnya.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan, lanjut dia, saat pagi memutar air permukaan dalam tambak dengan pompa air. Tujuannya, membantu suplai oksigen dalam air. Upaya lainnya, penambahan vitamin pada pakan untuk menambah daya tahan tubuh ikan atau udang.
Apakah mengangkat dasar tanah ke galengan juga termasuk salah satu upya pencegahan? ‘’Bisa Mas, untuk mengurangi limbah amoniak dalam dasar caren tambak, yang bisa menjadi racun pada ikan,’’ jawabnya.
Ahmad Zunaidi, salah satu petambak di Lamongan, mengatakan, dirinya mengangkat tanah lumpur ke galengan tambak untuk antisipasi. Juga menghidupkan mesin pompa air. ‘’Untuk mengantisipasi agar ikan tidak stress. Kalau ikan ngambang nanti malah rugi, dan malah buru-buru panen,’’ ujarnya. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto