Menurut dia, ada lima ternak yang mati, tapi masih suspek, belum dinyatakan positif PMK. Selain itu, ada ternak dua dipotong paksa. Wahyudi menjelaskan, kabupaten tidak bisa langsung menguji lab dengan rapid tes. Karena itu, belum bisa dipastikan lima ternak itu positif PMK.
“Sebagai antisipasi, ternak yang satu kandang dengan suspek PMK dipisahkan,” ujarnya.
Wahyudi menjelaskan, sampel ternak yang diindikasi terjangkit PMK, masih tahap penelitian. Setelah diketahui jenis virusnya, maka akan dicarikan vaksin yang sesuai dengan kondisi ternak.
Penanganan sementara. Lanjut dia, dilakukan penyuntikan dosis vaksin sesuai arahan dari tim provinsi. Menurut dia, untuk kasus baru diindikasi asal ternak dari Balungpanggang, Gresik.
Dari penelusuran sementara, penularan terakhir dari pasar hewan Kabupaten Gresik. Sekarang, ternak dalam masa karantina. “Semuanya yang diindikasi dalam masa karantina, untuk memperkecil penularan,” jelasnya.
Wahyudi memastikan 50 ternak sudah dinyatakan sembuh atau menunjukkan gejala membaik. Namun, ternak tetap harus dikarantina agar kondisinya pulih 100 persen dengan diberikan terapi obat sesuai kebutuhannya.
Wahyudi menambahkan, pemeriksaan semakin diperketat. Khususnya, penyembelihan yang dilakukan di rumah potong hewan (RPH). “Kita meminta pedagang semua untuk melakukan penyembelihan di RPH karena kondisinya ada wabah supaya ternak yang dikonsumsi masyarakat itu sehat dan aman,” tuturnya. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto