Urutan Dua se-Lamongan Siswa Masuk PTN
LAMONGAN, Radar Lamongan - SMK NU 1 Karanggeneng berkomitmen meningkatkan kompetensi dengan strategi dan paradigma baru. Dalam proses pengelolaan pendidikannya berfokus pada peningkatan kompetensi, dengan standar kompetensi kerja nasional dan fasilitas yang memadai dan ter-update. Sehingga mampu menjadi jembatan masa depan generasi muda.
Dukungan dewan guru yang profesional dan berkompeten dan fasilitas sarana praktik terbaru, SMK NU 1 Karanggeneng mampu menjadi jalan menghasilkan lulusan berkompeten di bidangnya yang berwawasan, profesional, religius, dan berakhlakul karimah.
Sekolah kejuruaan yang berada dalam naungan Pondok Pesantren Matholiul Anwar Simo, Sungelebak, Karanggeneng, Lamongan ini berusaha membawa siswa dan siswinya pada academic oriented (berorientasi akademik) dan job oriented (berorientasi pekerjaan). Harapannya mampu menghasilkan lulusan unggul, profesional, kompetitif, dan berorentasi ke masa depan.
Terdapat 7 jurusan kredibel di SMK NU 1 Karanggeneng. Yakni jurusan teknik kendaraan ringan dan otomotif (TKRO), jurusan teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM), jurusan teknik komputer dan jaringan ( TKJ), jurusan multimedia (MM), jurusan kkuntansi dan keuangan lembaga ( AKL), jurusan perbankan dan keuangan mikro ( PKM), serta jurusan bisnis daring dan pemasaran (BDP). Dengan jumlah rombel 29 rombel dan jumlah siswa 849 siswa.
Layanan plus diberikan kepada para siswa. Diantaranya layanan BK (Bimbingan dan Konseling) yang meliputi bantuan informasi lowongan kerja, bantuan melamar kerja, bantuan merintis bisnis, serta bantuan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Tahun ini, SMK NU 1 Karanggeneg telah berhasil menjadi sekolah dengan jumlah lulusan terbanyak kedua se-Kabupaten Lamongan yang siswanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN dengan total 12 anak. Rinciannya 7 siswa diterima di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan 5 anak di Universitas Trunojoyo Madura.
SMK NU 1 Karanggeneng juga menjalin kerjasama dengan perusahaan perusahaan mitra kerja. Wakil Kepala SMK NU 1 Karanggeneng Besar Handoko berkata, ” Melalui dukungan 35 perusahaan mitra kerja, diadakan job fair setiap tahun sehingga hampir 85 persen dari jumlah lulusan bisa terserap ke dunia kerja Selain itu, dilakukan pendampingan siswa.
Sebelum lulus sekolah, siswa akan mudah menentukan pilihan untuk melanjutkan kuliah, mudah mendapatkan pekerjaan, serta memiliki jiwa entrepreneurship. Sebab, pembelajaran berfokus pada keterampilan dan praktik. Hal itu didukung dengan kurikulum yang didesain untuk siap kerja dan kuliah, dan program keahliannya lebih spesifik. (mer) Editor : M. Yusuf Purwanto