Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan, Hidayat Rahman, menjelaskan, jam beraktivitas siswa di sekolah masih dibatasi. Selain pandemi, juga puasa.
Namun, hari masuk efektif masih sama, Senin - Jumat. Lembaga diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan keagamaan di Ramadan.
“Selama bisa mengatur waktunya lembaga diperbolehkan untuk menggelar acara keagamaan di sekolah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat,” jelasnya.
Rahman mengatakan, siswa libur tiga hari jelang puasa. Hari ini (6/4d) siswa aktif kembali. Bagi siswa kelas XII yang sudah selesai ujiannya, tidak perlu masuk. Kecuali, ada kegiatan di sekolah yang harus diselesaikan.
Sedangkan siswa kelas X dan XI, masih ujian. Mereka diharapkan tetap fokus meski bulan puasa.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, mengatakan, kegiatan pembelajaran dikurangi jamnya karena bulan puasa. Siswa diharapkan tetap masuk sesuai jadwal karena ujian.
Menurut dia, lembaga yang berencana menggelar acara keagamaan diperbolehkan dengan tetap memerhatikan prokes.
‘’Saya meminta kerjasama semua guru untuk terus mengingatkan prokes supaya pendidikan di Lamongan tetap berjalan normal dan anak-anak tidak terganggu lagi,” terangnya.
Munif menjelaskan, selama pandemi, dinas sudah menerapkan tiga sistem pembelajaran. Yakni, pembelajaran jarak jauh, tatap muka terbatas, dan guru kunjung. Sistem tersebut ada positif negatifnya bagi siswa. Dia berharap pembelajaran tatap muka bisa berjalan lancar supaya target bidang pendidikan juga tercapai. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto