Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Warna dan Ketebalan Sirip Menentukan Harga

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 2 April 2022 | 18:33 WIB
IKAN PREDATOR: Ikan channa memiliki banyak jenis, tapi harganya ditentukan dari warna dan ketebalan siripnya. (kiri) dan Sudah sekitar dua tahun ini Dimas menggeluti bisnis beternak ikan channa. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
IKAN PREDATOR: Ikan channa memiliki banyak jenis, tapi harganya ditentukan dari warna dan ketebalan siripnya. (kiri) dan Sudah sekitar dua tahun ini Dimas menggeluti bisnis beternak ikan channa. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
LAMONGAN, Radar Lamongan - Ikan channa mulai digandrungi anak kecil hingga remaja di Kota Soto. Ikan tersebut merupakan satu spesies ikan gabus. Bedanya ikan channa dijadikan ikan hias berkat corak tubuhnya unik dan berwarna-warni. Sedangkan, ikan gabung lebih lazim sebagai ikan konsumsi.

 

Salah satu pehobi ikan channa di Perumnas Sukomulyo, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan M Dimas Satria Cahya Putra mengaku sejak kecil gemar merawat beberapa jenis ikan. Namun, Dimas memiliki ketertarikan terhadap ikan channa muncul, setelah mendapatkan referensi dari salah satu temannya.

 

Remaja 20 tahun itu sibuk beraktivitas pada beberapa tumpukan akuarium dengan ukuran sekitar 30 centimeter (cm) x 50 cm. Tampak beberapa ukuran dan beberapa jenis ikan channa yang melenggak-lenggok di dalam akuarium. Berawal dari hobi, kini Dimas juga menjadi peternak genus ikan predator tersebut.

 

Dimas memiliki beragam jenis ikan channa. Diantaranya channa auranti maculata dan channa stewarti karbialong, channa andrao  dari India, channa asiatica white spot dari China, channa pulchra dari Myanmar. sedangkan untuk channa yellow marulioides, channa red marulioides,dan channa limbata semua dari Indonesia.

 

‘’Kalau saya tertarik dengan warnanya dan mulai mulai merawat sejak Tahun 2020 lalu,’’ terangnya.

 

Perawatan ikan channa seperti merawat ikan hias pada umumnya, yakni menggunakan aerator. Namun, Dimas harus menyediakan banyak akuarium. Karena satu akuarium hanya bisa diisi satu ikan channa. Jika dijadikan satu, maka ikan channa akan saling memangsa ikan yang lebih kecil. Namun, empat ikan channa dengan ukuran yang sama bisa ditempatkan dalam satu akuarium.

 

‘’Hanya itu saja. Yang penting pola makan tetap terjaga saja sudah tidak ada masalah,’’ katanya.

 

Merawat secara intens membuat Dimas mampu membedakan jantan dan betina yakni melihat dari bentuk kepala. Misalnya untuk betina bagian kepala lebih oval, sedangkan untuk jantan lebih lonjong. Untuk melihat ikan channa betina sedang birahi, dari warna yang semakin pekat dengan usia kurang kurang lebih 1 tahun.

 

‘’Dari situlah akhirnya melakukan pemijahan (proses perkawinan ikan jantan dan ikan betina, Red) keduanya untuk dijadikan satu,’’ ujar Dimas.

 

Setelah dijadikan satu, untuk pola makan berbeda dengan ikan lainnya. Misalnya untuk menambah birahi diberikan makan ulat hongkong. Setelah itu, sekitar 10 hari diberikan makan cacing untuk memperkuat telurnya. Selanjutnya menunggu hingga 1 bulan, maka akan keluar burayak (anak ikan yang masih kecil). Setelah dua minggu baru dipindahkan ke akuarium.

 

‘’Untuk burayak diberikan makan cacing sutra,’’ terangnya.

 

Harga ikan channa tergantung dari warna di tubuhnya. Ikan Channa memiliki warna putih, biru, kuning, dan beberapa varian warna lainnya. Selain itu, warna di sirip semakin tebal, maka membuat harganya semakin mahal.

 

‘’Untuk memunculkan warna, tentunya dengan pemberian rendaman air daun ketapang,’’ katanya.

 

Dimas juga memiliki cara lain untuk memunculkan warna ikan channa, yakni dengan pakan udang kering atau basah. Sedangkan untuk garis atau motif di ikan tersebut muncul dengan intens memberikan pakan jangkrik, ulat hongkong, dan cacing.

 

‘’Untuk penyakit biasanya yang paling sering jamur bintik putih di badan ikan. Kalau tak ketahuan, maka bisa menular lebih cepat ke ikan lainnya,’’ ucapnya.

 

Namun, untuk meminimalisasi jamur diberikan heater akuarium, yang membuat air menjadi hangat dengan suhu 30 derajat hingga 32 derajat celcius. Saat proses itu juga diberikan daun ketapang.

 

‘’Harga bervariatif tergantuang warna dan ukuran mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 1,7 juta per ekor,’’ imbuhnya. (mal/ind)

 

Photo
Photo
SUMRINGAH: Banyak anak-anak yang menggemari ikan channa hias. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati yes #bupati lamongan #Ikan Channa #lamongan