Mitos atau Fakta, Tangan Berkeringat Pertanda Jantung Lemah?

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi tangan berkeringat tanda jantung lemah. (AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi tangan berkeringat tanda jantung lemah. (AI/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tangan yang sering berkeringat kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya anggapan bahwa kondisi tersebut merupakan pertanda jantung lemah. Kepercayaan ini masih menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi orang yang mengalami telapak tangan basah meskipun tidak sedang beraktivitas berat.

Lantas, benarkah tangan berkeringat merupakan tanda jantung lemah? Atau justru kondisi tersebut memiliki penyebab lain yang lebih umum?

Secara medis, tangan berkeringat tidak dapat dijadikan patokan bahwa seseorang mengalami jantung lemah. Keringat pada telapak tangan dapat terjadi akibat respons alami tubuh terhadap suhu, aktivitas fisik, maupun kondisi emosional seperti gugup dan cemas. Pada sebagian orang, kondisi ini juga berkaitan dengan gangguan keringat berlebih atau hiperhidrosis.

1. Mengenal Penyebab Tangan Berkeringat

Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Produksi keringat dikendalikan oleh sistem saraf otonom, yang bekerja secara otomatis tanpa harus disadari manusia.

Menurut penjelasan American Academy of Dermatology (AAD), hiperhidrosis merupakan kondisi ketika tubuh menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk mengatur suhu. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu, termasuk telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan wajah.

Pada hiperhidrosis primer, keringat berlebih umumnya muncul tanpa penyebab medis yang jelas. Kondisi ini sering mulai terlihat sejak masa kanak-kanak atau remaja dan dapat terjadi meskipun seseorang tidak sedang kepanasan atau berolahraga.

Selain itu, tangan berkeringat dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

Informasi dari NHS dan AAD juga menjelaskan bahwa keringat berlebih dapat berkaitan dengan penggunaan obat-obatan tertentu maupun kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Baca Juga: 7 Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung, Mudah Didapat dan Kaya Nutrisi

Dengan demikian, penyebab tangan berkeringat perlu dinilai berdasarkan pola kemunculan, durasi, dan gejala lain yang menyertainya, bukan hanya berdasarkan anggapan bahwa jantung seseorang lemah.

2. Apa Kata Jurnal dan Penelitian Ilmiah?

Dalam kajian medis mengenai hiperhidrosis, keringat berlebih pada telapak tangan dijelaskan sebagai kondisi yang berkaitan dengan aktivitas sistem saraf yang mengendalikan kelenjar keringat.

Artikel tinjauan ilmiah berjudul The Etiology, Diagnosis, and Management of Hyperhidrosis: A Comprehensive Review yang diterbitkan dalam jurnal Journal of the American Academy of Dermatology pada 2019 membahas penyebab, proses diagnosis, dan penanganan hiperhidrosis.

Kajian tersebut menjelaskan bahwa hiperhidrosis dapat dibedakan menjadi hiperhidrosis primer, yang umumnya tidak memiliki penyebab medis yang jelas, dan hiperhidrosis sekunder, yang berkaitan dengan kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan.

Artinya, telapak tangan yang sering basah dapat berhubungan dengan aktivitas saraf pengatur keringat tanpa menunjukkan adanya gangguan fungsi jantung.

Namun, bukan berarti keringat tidak pernah berkaitan dengan masalah jantung. Keringat dapat muncul sebagai salah satu gejala serangan jantung, terutama jika disertai keluhan lain, seperti nyeri dada, sesak napas, mual, atau pusing.

Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa keringat sebagai gejala serangan jantung berbeda dengan telapak tangan yang memang sering berkeringat dalam keseharian.

3. Apakah Tangan Berkeringat Berarti Jantung Lemah?

Anggapan bahwa tangan berkeringat merupakan tanda jantung lemah tidak memiliki dasar yang cukup untuk digunakan sebagai kesimpulan medis.

Dalam dunia kesehatan, istilah jantung lemah sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi gagal jantung. Padahal, gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Baca Juga: Mengapa GERD Sering Disangka Penyakit Jantung? Menguak Fakta Medis di Balik Debat Netizen

Menurut NHS, gejala gagal jantung dapat meliputi sesak napas, mudah lelah, serta pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki. Pada sebagian orang, sesak napas dapat memburuk ketika beraktivitas atau berbaring.

Sementara itu, tangan berkeringat saja bukanlah gejala khas yang cukup untuk memastikan seseorang mengalami gagal jantung.

Diagnosis gangguan jantung memerlukan pemeriksaan medis berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan. Dokter dapat menyarankan elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, atau pemeriksaan lainnya apabila terdapat dugaan masalah jantung.

Oleh karena itu, seseorang yang memiliki telapak tangan basah tidak perlu langsung menyimpulkan dirinya mengalami jantung lemah. Akan tetapi, keluhan tersebut tetap perlu diperhatikan apabila muncul secara tiba-tiba, semakin parah, atau disertai gejala lain.

4. Kapan Tangan Berkeringat Perlu Diwaspadai?

Meskipun sering kali tidak berbahaya, keringat berlebih yang muncul tanpa alasan jelas tetap perlu diperhatikan.

Pemeriksaan ke dokter disarankan apabila tangan berkeringat:

Jika telapak tangan berkeringat disertai nyeri atau tekanan di dada, sesak napas, pusing berat, kulit dingin dan lembap, atau denyut nadi cepat, jangan menganggapnya sekadar hiperhidrosis. Gejala tersebut, terutama jika muncul mendadak atau bersamaan, dapat menandakan kondisi darurat, termasuk serangan jantung.

Segera cari pertolongan medis darurat jika gejala tersebut terjadi. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena tidak merasakan nyeri dada yang berat.

Baca Juga: Makanan yang Perlu Diwaspadai: Pola Konsumsi Pemicu Penyakit Jantung, Hipertensi, dan Diabetes

5. Bagaimana Mengatasi Tangan yang Sering Berkeringat?

Penanganan tangan berkeringat bergantung pada penyebabnya. Jika keringat muncul ketika gugup, latihan relaksasi, pengelolaan stres, dan pengaturan konsumsi kafein dapat membantu sebagian orang.

Apabila keringat berlebih terjadi berulang kali hingga mengganggu kegiatan, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan hiperhidrosis dan menentukan penanganan yang sesuai.

Beberapa pilihan penanganan hiperhidrosis meliputi:

  1. Antiperspiran: Produk tertentu dapat membantu mengurangi produksi keringat.

  2. Iontophoresis: Prosedur yang menggunakan arus listrik ringan melalui air untuk membantu mengurangi keringat pada telapak tangan atau kaki.

  3. Obat-obatan tertentu: Dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi pasien dan penilaian dokter.

  4. Penanganan penyebab yang mendasari: Jika keringat berlebih berkaitan dengan penyakit atau penggunaan obat tertentu, penyebab tersebut perlu dievaluasi.

Tidak semua orang membutuhkan pengobatan. Namun, jika keluhan terus berulang atau mengganggu pekerjaan dan aktivitas sosial, konsultasi dengan dokter merupakan langkah yang tepat. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
jantung lemah tangan berkeringat hiperhidrosis penyakit kesehatan