8 Tips Memberikan Makanan kepada Anak agar Mendukung Pertumbuhan Tinggi Badan

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:45 WIB
Tips memberikan nutrisi anak untuk pertumbuhan tinggi badan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Tips memberikan nutrisi anak untuk pertumbuhan tinggi badan. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pertumbuhan tinggi badan anak menjadi salah satu hal yang sering menjadi perhatian orang tua. Selain faktor genetik, tumbuh kembang anak juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Karena itu, memberikan makanan bergizi seimbang sejak dini dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh anak selama masa pertumbuhan. Namun, orang tua perlu memahami bahwa tidak ada satu jenis makanan tertentu yang secara instan dapat membuat anak menjadi lebih tinggi.

Berikut beberapa tips memberikan makanan kepada anak agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dan pertumbuhan tulang dapat berlangsung secara optimal.

1. Pastikan Anak Mendapatkan Protein yang Cukup

Protein merupakan salah satu nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Orang tua dapat memberikan sumber protein seperti telur, ikan, ayam, daging, susu, tahu, tempe, serta kacang-kacangan.

Menu sebaiknya dibuat bervariasi agar anak mendapatkan berbagai jenis nutrisi sekaligus mencegah anak bosan dengan makanan yang sama.

2. Jangan Lupakan Kalsium

Kalsium berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi. Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya, ikan tertentu yang dapat dimakan bersama tulangnya, tahu, tempe, serta beberapa jenis sayuran.

Kebutuhan kalsium anak berbeda-beda sesuai usia, sehingga orang tua sebaiknya menyesuaikan porsinya dengan kebutuhan anak.

Baca Juga: 5 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Emosi Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu

3. Sertakan Vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan baik. Selain melalui makanan, tubuh juga dapat membentuk vitamin D ketika kulit terkena sinar matahari.

Beberapa makanan yang mengandung vitamin D antara lain ikan berlemak, telur, dan makanan yang telah difortifikasi vitamin D.

4. Berikan Sayur dan Buah Setiap Hari

Sayur dan buah menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, dan senyawa penting lainnya yang dibutuhkan tubuh anak.

Orang tua dapat memperkenalkan berbagai jenis sayuran dan buah dengan warna serta tekstur berbeda. Jika anak sulit makan sayur, cobalah mengolahnya menjadi menu yang lebih menarik tanpa menghilangkan kebiasaan mengenalkan sayuran secara langsung.

5. Pilih Karbohidrat yang Mengenyangkan

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi anak untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Nasi, kentang, jagung, ubi, singkong, dan berbagai sumber biji-bijian dapat menjadi pilihan.

Sebisa mungkin, jangan hanya mengandalkan makanan tinggi gula sebagai sumber energi karena kebutuhan anak bukan sekadar kalori, tetapi juga zat gizi yang lengkap.

6. Perhatikan Jadwal dan Porsi Makan

Memberikan makanan bergizi saja belum cukup jika anak tidak mendapatkan makanan dalam jumlah yang sesuai kebutuhannya.

Orang tua dapat menerapkan pola makan teratur dengan makanan utama dan makanan selingan bergizi. Porsi juga sebaiknya disesuaikan dengan usia, aktivitas, dan kemampuan makan anak.

Tidak perlu memaksa anak menghabiskan makanan apabila sudah menunjukkan tanda kenyang. Sebaliknya, orang tua dapat menciptakan suasana makan yang nyaman agar anak memiliki hubungan yang positif dengan makanan.

Baca Juga: 7 Cara Membesarkan Anak Laki-Laki agar Tumbuh Percaya Diri dan Tidak Bingung dengan Dirinya

7. Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Minuman manis, permen, makanan ringan, dan makanan ultra-proses sebaiknya tidak menjadi bagian utama dari pola makan anak.

Bukan berarti makanan tersebut harus selalu dilarang, tetapi konsumsinya perlu dibatasi agar tidak menggantikan makanan yang lebih kaya nutrisi.

8. Lengkapi dengan Tidur dan Aktivitas Fisik

Pertumbuhan anak tidak hanya ditentukan oleh makanan. Anak juga membutuhkan tidur yang cukup dan aktivitas fisik sesuai usianya.

Kebiasaan bergerak aktif membantu menjaga kesehatan tulang dan otot, sementara tidur yang cukup mendukung berbagai proses pertumbuhan dan pemulihan tubuh.

Pertumbuhan Tinggi Badan Tidak Hanya Ditentukan Makanan

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa tinggi badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Genetik memiliki peran besar, sementara nutrisi, kesehatan, aktivitas fisik, tidur, dan lingkungan juga ikut mendukung proses pertumbuhan.

Karena itu, tujuan utama orang tua sebaiknya bukan sekadar membuat anak cepat tinggi, melainkan memastikan anak mendapatkan pola makan seimbang dan menjalani gaya hidup sehat sesuai tahap perkembangannya.

Jika pertumbuhan tinggi badan anak terlihat jauh lebih lambat dibandingkan anak seusianya atau kurva pertumbuhannya mengalami perubahan yang mengkhawatirkan, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian yang tepat. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
kesehatan anak orang tua pertumbuhan Makanan