RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sayuran gambas selama ini lebih dikenal sebagai pelengkap sup sayur bening di meja makan. Rasanya yang ringan, teksturnya yang lembut sedikit renyah, serta harganya yang relatif terjangkau membuat sayuran ini cukup mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.
Meski demikian, jika dibandingkan bayam, brokoli, atau wortel, gambas masih jarang disebut sebagai sayuran yang kaya akan nutrisi.
Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, gambas (Luffa acutangula) menyimpan berbagai vitamin, mineral, serat, serta senyawa bioaktif yang kini mulai banyak menarik perhatian para peneliti. Berbagai studi menunjukkan bahwa sayuran dari keluarga labu-labuan ini memiliki kandungan gizi yang berpotensi mendukung kesehatan apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Dilansir dari artikel tinjauan yang diterbitkan dalam PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, gambas mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin, terpenoid, triterpenoid, alkaloid, glikosida, serta senyawa fenolik. Ulasan tersebut merangkum berbagai penelitian yang menunjukkan potensi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, hingga efek yang berkaitan dengan kesehatan metabolik. Namun, penulis juga menegaskan bahwa sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan, sehingga diperlukan lebih banyak uji klinis pada manusia untuk mengonfirmasi manfaat tersebut.
Lantas, apa saja kandungan nutrisi dan potensi manfaat gambas yang membuatnya layak masuk dalam menu harian?
1. Kaya Vitamin C yang Membantu Mendukung Sistem Imun
Gambas mengandung vitamin C yang berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini juga dibutuhkan untuk pembentukan kolagen, membantu penyembuhan luka, serta meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati.
Baca Juga: 7 Sayuran Underrated, Padahal Kandungan Gizinya Luar Biasa Menurut Penelitian Terbaru
Menurut tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, kandungan vitamin C pada gambas menjadi salah satu komponen yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidannya. Antioksidan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme maupun akibat paparan polusi dan faktor lingkungan.
Meski demikian, vitamin C termasuk vitamin yang mudah rusak akibat pemanasan berlebihan. Karena itu, gambas sebaiknya dimasak dalam waktu singkat agar kandungan nutrisinya tetap terjaga.
2. Mengandung Serat yang Baik untuk Pencernaan
Selain rendah kalori, gambas juga merupakan sumber serat pangan yang baik.
Serat membantu memperlancar pergerakan usus, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena itu, konsumsi sayuran berserat, termasuk gambas, dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan saluran cerna.
Dilansir dari ulasan yang dipublikasikan dalam Molecules, kandungan serat bersama berbagai senyawa bioaktif pada Luffa acutangula menjadi salah satu alasan mengapa tanaman ini terus diteliti sebagai pangan fungsional. Namun, peneliti mengingatkan bahwa manfaatnya tetap perlu dibuktikan melalui lebih banyak penelitian pada manusia.
3. Mengandung Antioksidan Alami dari Flavonoid dan Senyawa Fenolik
Salah satu keunggulan gambas dibanding banyak sayuran lain adalah kandungan senyawa fitokimianya.
Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif. Stres oksidatif sendiri diketahui berkaitan dengan proses penuaan serta berbagai penyakit kronis.
Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Ini 7 Ciri Ikan yang Masih Segar di Pasar Menurut WHO
Menurut artikel ulasan dalam Molecules (2024), ekstrak gambas menunjukkan aktivitas antioksidan yang cukup tinggi pada berbagai penelitian laboratorium. Aktivitas tersebut dikaitkan dengan kandungan flavonoid, polifenol, dan senyawa bioaktif lainnya yang terdapat pada buah maupun bagian tanaman lainnya. Penulis menegaskan bahwa temuan tersebut masih memerlukan validasi melalui penelitian klinis.
4. Menyediakan Kalium yang Berperan Menjaga Tekanan Darah
Gambas juga mengandung kalium, yaitu mineral penting yang berperan membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi otot, dan kerja saraf.
Asupan kalium yang cukup diketahui dapat membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh sehingga mendukung tekanan darah tetap berada dalam kisaran normal, terutama bila diimbangi dengan pola makan sehat secara keseluruhan.
Karena kandungan kalorinya rendah, gambas dapat menjadi salah satu pilihan sayuran untuk melengkapi menu harian tanpa menambah asupan energi secara berlebihan.
Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Ini 7 Protein Hewani Murah yang Tinggi Protein untuk Keluarga
5. Rendah Kalori, Cocok untuk Menjaga Berat Badan
Bagi yang sedang menjaga berat badan, gambas bisa menjadi pilihan menarik.
Sebagian besar kandungan gambas terdiri atas air, sehingga kalorinya relatif rendah dibanding banyak jenis makanan lain. Dipadukan dengan kandungan seratnya, sayuran ini dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Menurut ulasan dalam PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, karakteristik tersebut menjadikan gambas berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pangan yang mendukung pola makan sehat, meskipun manfaatnya tentu tetap bergantung pada keseluruhan pola konsumsi seseorang.
6. Mengandung Beta-Karoten sebagai Prekursor Vitamin A
Selain vitamin C, gambas juga mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A sesuai kebutuhan.
Vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata, mendukung fungsi sistem imun, serta membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Meski kandungan beta-karotennya tidak setinggi wortel, keberadaannya tetap menambah nilai gizi gambas sebagai salah satu sayuran yang layak dikonsumsi secara rutin bersama aneka sayuran lainnya.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Tumbuhan Lidah Buaya Dapat Melebatkan Rambut
7. Kaya Senyawa Bioaktif yang Masih Terus Diteliti Ilmuwan
Keunikan utama gambas justru terletak pada senyawa bioaktifnya.
Dilansir dari artikel ulasan di Molecules (2024), para peneliti mengidentifikasi berbagai senyawa aktif dalam Luffa acutangula, seperti flavonoid, saponin, triterpenoid, alkaloid, dan glikosida. Berbagai penelitian praklinis menunjukkan senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, antimikroba, hingga hepatoprotektif atau berpotensi membantu melindungi fungsi hati.
Meski hasilnya menjanjikan, para penulis mengingatkan bahwa sebagian besar penelitian masih dilakukan di laboratorium atau pada hewan percobaan. Oleh karena itu, manfaat tersebut belum dapat dianggap sebagai efek yang pasti terjadi pada manusia tanpa dukungan uji klinis yang lebih kuat.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Buah yang Baik untuk Tumbuh Kembang Anak, Kaya Vitamin dan Mineral Penting
Gambas Layak Menjadi Pelengkap Menu Sehari-hari
Meski sering dipandang sebagai sayuran sederhana, gambas ternyata memiliki profil nutrisi yang cukup lengkap. Kandungan vitamin C, beta-karoten, serat, kalium, serta berbagai senyawa bioaktif membuatnya menjadi pilihan sayuran yang layak dipertimbangkan untuk melengkapi menu harian keluarga.
Namun, penting dipahami bahwa tidak ada satu jenis sayuran yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi atau mencegah penyakit sendirian. Para ahli gizi tetap menganjurkan konsumsi beragam jenis sayuran dengan warna yang berbeda-beda agar tubuh memperoleh vitamin, mineral, dan fitonutrien yang lebih lengkap.
Dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah ditemukan di pasar tradisional, gambas menjadi contoh bahwa sayuran sederhana pun dapat menyimpan nilai gizi yang besar. Menambahkannya ke dalam menu sayur bening, tumisan, atau sup bisa menjadi langkah kecil untuk memperkaya variasi asupan nutrisi keluarga setiap hari. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari