Jangan Sampai Tertipu! Ini 7 Ciri Ikan yang Masih Segar di Pasar Menurut WHO

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:36 WIB
Ilustrasi ikan kembung di sebuah pasar tradisional Indonesia. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi ikan kembung di sebuah pasar tradisional Indonesia. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ikan menjadi salah satu sumber protein hewani yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin karena kaya akan protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3, vitamin, dan berbagai mineral penting. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika ikan yang dikonsumsi masih dalam kondisi segar.

Sebaliknya, ikan yang kualitasnya telah menurun bukan hanya memengaruhi cita rasa masakan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri penyebab penyakit.

Sayangnya, tidak semua orang mengetahui cara membedakan ikan yang masih segar dengan ikan yang sudah lama disimpan. Padahal, ada beberapa tanda fisik yang bisa diamati secara langsung saat berbelanja di pasar tradisional maupun supermarket.

Baca Juga: Tak Perlu Mahal, Ini 7 Protein Hewani Murah yang Tinggi Protein untuk Keluarga

Menurut Food and Agriculture Organization, kesegaran merupakan salah satu indikator utama kualitas hasil perikanan. Sementara itu, United States Food and Drug Administration menyebutkan bahwa perubahan pada mata, insang, tekstur daging, hingga aroma merupakan tanda yang dapat digunakan konsumen untuk menilai kualitas ikan sebelum membelinya.

Berikut tujuh ciri ikan yang masih segar dan layak dipilih.

1. Mata Jernih, Bening, dan Sedikit Menonjol

Mata merupakan bagian pertama yang paling mudah diamati saat memilih ikan. Ikan yang baru ditangkap umumnya memiliki mata yang tampak bening, cerah, dan sedikit menonjol. Permukaan matanya juga terlihat mengilap karena cairan di dalam bola mata masih terjaga dengan baik.

Seiring waktu, kondisi mata akan berubah akibat proses alami setelah ikan mati. Mata yang awalnya jernih akan mulai terlihat keruh, kusam, bahkan cekung. Perubahan ini terjadi karena jaringan pada mata mulai kehilangan kelembapan dan mengalami penurunan kualitas.

Baca Juga: Warga Keluhkan Kulit Wajah Jadi Kering Hingga Iritasi

Saat berbelanja, cobalah membandingkan beberapa ekor ikan sekaligus. Perbedaan kondisi mata biasanya cukup jelas sehingga memudahkan Anda memilih ikan dengan tingkat kesegaran terbaik.

2. Insang Berwarna Merah Cerah dan Tidak Berlendir Tebal

Selain mata, insang merupakan indikator yang sangat penting untuk menilai kesegaran ikan. Jangan ragu meminta penjual membuka tutup insang agar Anda dapat melihat kondisinya secara langsung.

Insang ikan yang masih segar umumnya berwarna merah cerah atau merah muda, tampak bersih, dan terasa lembap. Warna tersebut menunjukkan bahwa jaringan insang masih dalam kondisi baik dan belum mengalami banyak perubahan.

Sebaliknya, jika warna insang mulai berubah menjadi cokelat tua, keabu-abuan, atau tampak kehitaman, sebaiknya pertimbangkan untuk memilih ikan lain. Apalagi jika insang dipenuhi lendir tebal yang mengeluarkan bau tidak sedap, karena kondisi tersebut menjadi salah satu tanda kualitas ikan mulai menurun.

3. Daging Terasa Kenyal dan Kembali ke Bentuk Semula Saat Ditekan

Cara sederhana berikutnya adalah memeriksa tekstur daging ikan. Tekan perlahan bagian badan ikan menggunakan ujung jari, kemudian lepaskan.

Pada ikan yang masih segar, bekas tekanan akan segera kembali seperti semula karena serat ototnya masih elastis. Daging juga terasa padat dan tidak mudah hancur ketika dipegang.

Sebaliknya, jika bekas tekanan tetap membentuk cekungan atau daging terasa lembek, kemungkinan ikan sudah disimpan terlalu lama. Penurunan elastisitas merupakan salah satu perubahan alami yang terjadi ketika protein dalam jaringan ikan mulai mengalami kerusakan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Darah Tinggi

4. Sisik Menempel Kuat dan Kulit Tampak Mengilap

Bagi ikan yang memiliki sisik, bagian ini juga tidak boleh diabaikan. Sisik ikan segar masih melekat kuat pada tubuh sehingga tidak mudah rontok saat disentuh atau digosok perlahan.

Selain itu, kulit ikan biasanya tampak mengilap dengan warna yang cerah sesuai karakteristik jenisnya. Kilau alami tersebut berasal dari lapisan lendir tipis yang masih berfungsi melindungi permukaan tubuh ikan.

Sebaliknya, sisik yang mudah terlepas dan kulit yang terlihat kusam sering menjadi tanda bahwa kesegaran ikan mulai berkurang. Meski masih layak dikonsumsi dalam kondisi tertentu, kualitasnya tentu tidak sebaik ikan yang benar-benar segar.

5. Beraroma Segar, Bukan Bau Menyengat

Masih banyak orang beranggapan bahwa semua ikan memiliki bau amis yang tajam. Padahal, ikan yang benar-benar segar hanya memiliki aroma khas laut atau air tawar yang ringan dan tidak menyengat hidung.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Mandi di Tengah Malam Tidak Baik bagi Tubuh, Benarkah?

Bau amis yang sangat kuat, asam, atau menyerupai amonia biasanya muncul ketika bakteri mulai menguraikan protein dalam daging ikan. Semakin lama proses tersebut berlangsung, aroma tidak sedap akan semakin terasa.

Karena itu, jangan ragu menggunakan indra penciuman sebelum membeli. Cara sederhana ini justru menjadi salah satu langkah paling efektif untuk menghindari ikan yang kualitasnya sudah menurun.

6. Lendir Berwarna Bening dan Tidak Terlalu Lengket

Keberadaan lendir pada permukaan tubuh ikan sering disalahartikan sebagai tanda ikan sudah tidak layak dikonsumsi. Padahal, ikan yang masih segar memang secara alami memiliki lapisan lendir yang berfungsi melindungi kulitnya dari mikroorganisme selama masih hidup.

Yang perlu diperhatikan adalah warna dan teksturnya. Lendir pada ikan segar biasanya tipis, bening, dan tidak terlalu lengket. Permukaan tubuh ikan juga tetap tampak bersih dan mengilap.

Sebaliknya, jika lendir berubah menjadi keruh, kekuningan, sangat lengket, atau mengeluarkan bau tidak sedap, kondisi tersebut menunjukkan proses pembusukan mulai terjadi sehingga kualitas ikan sudah tidak sebaik sebelumnya.

7. Perut Tetap Utuh dan Tidak Menggembung

Bagian perut sering kali luput dari perhatian pembeli, padahal kondisinya dapat memberikan petunjuk penting mengenai kesegaran ikan.

Perut ikan segar umumnya masih utuh, kencang, dan tidak robek. Bentuk tubuhnya juga terlihat proporsional tanpa adanya pembengkakan yang tidak wajar.

Sebaliknya, perut yang menggembung, pecah, atau mengeluarkan cairan dapat menjadi tanda bahwa pembusukan telah berlangsung di dalam rongga perut. Pada kondisi tersebut, bakteri berkembang lebih cepat sehingga kualitas ikan menurun dan risiko kontaminasi pun meningkat.

Baca Juga: Makanan Sehat dan Aman untuk Ibu Hamil, Kunci Kehamilan yang Sehat dan Janin Tumbuh Optimal

Memilih Ikan Segar Penting untuk Menjaga Nilai Gizi

Selain menghasilkan masakan yang lebih lezat, memilih ikan yang masih segar juga membantu mempertahankan kandungan protein, vitamin, dan asam lemak omega-3 yang terdapat di dalamnya. Penanganan ikan yang baik sejak ditangkap, didistribusikan, hingga dijual di pasar turut berperan dalam menjaga kualitas tersebut.

World Health Organization menganjurkan konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehat karena kandungan proteinnya yang berkualitas tinggi serta manfaatnya bagi kesehatan jantung, otak, dan pertumbuhan anak. Namun, manfaat tersebut tentu akan lebih optimal jika masyarakat juga cermat memilih ikan yang masih segar sebelum membawanya pulang.

Dengan memperhatikan kondisi mata, insang, tekstur daging, sisik, aroma, lendir, hingga bagian perut, Anda dapat lebih percaya diri saat berbelanja di pasar. Langkah sederhana ini tidak hanya membantu mendapatkan ikan dengan kualitas terbaik, tetapi juga menjaga keamanan pangan bagi seluruh anggota keluarga. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
ikan yang masih segar pasar ciri who