Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Waspada! 5 Penyakit yang Mengintai di Balik Romantisnya Musim Hujan

Farhan Reza Ardiansyah • Senin, 6 Juli 2026 | 18:09 WIB
Waspada! 5 Penyakit yang Mengintai di Balik Romantisnya Musim Hujan (Farhan Reza Ardiansyah/JAWAPOS RADAR BOJONEGORO)
Waspada! 5 Penyakit yang Mengintai di Balik Romantisnya Musim Hujan (AI/Farhan Reza Ardiansyah/JAWAPOS RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM- Siapa bilang tampil keren harus selalu pakai brand luar negeri yang harganya selangit? Beberapa tahun belakangan ini, industri sneakers lokal Indonesia sedang mengalami masa keemasan. 

Bukan cuma modal jual nama "bangga buatan Indonesia", kualitas yang ditawarkan oleh brand-brand lokal saat ini benar-benar jempolan.

Mulai dari pemilihan bahan, kekuatan jahitan, kenyamanan insole, hingga desain yang sangat adaptif dengan tren global. Bahkan, banyak di antaranya yang sudah diekspor ke mancanegara!

Musim hujan sering kali diidentikkan dengan suasana syahdu, aroma tanah yang basah (petrikor), dan waktu yang tepat untuk menikmati secangkir kopi hangat.

Namun, di balik nuansa romantisnya, musim hujan juga membawa tamu tak diundang: meningkatnya risiko berbagai macam penyakit.

Baca Juga: Instalasi RME di Rumah Sakit Bojonegoro Hampir Tuntas, Sisakan RSUD Kepohbaru

Perubahan suhu yang drastis, kelembapan udara yang tinggi, serta genangan air menjadi lingkungan yang sempurna bagi bakteri, virus, dan nyamuk untuk berkembang biak.

Agar tetap sehat dan bisa menikmati musim hujan dengan nyaman, yuk kenali 5 penyakit yang wajib Anda waspadai berikut ini!

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ini dia "langganan" musim hujan yang paling berbahaya. Curah hujan yang tinggi sering kali menyisakan genangan air bersih di tempat-tempat seperti kaleng bekas, pot bunga, atau ban bekas. Genangan inilah yang menjadi hotel bintang lima bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bertelur.

·         Gejala Utama: Demam tinggi mendadak, nyeri di belakang mata, otot sendi linu, dan muncul bintik merah di kulit.

·         Langkah Siaga: Terapkan 3M Plus (Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, dan Memanfaatkannya kembali/mendaur ulang barang bekas). Jangan lupa pakai losion anti-nyamuk!

2. Leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)

Bagi Anda yang tinggal di daerah rawan banjir, penyakit ini harus diwaspadai ekstra. Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini menyebar melalui urine hewan, terutama tikus, yang bercampur dengan air banjir atau lumpur. Bakteri bisa masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit atau selaput lendir.

·         Gejala Utama: Demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri otot (terutama di bagian betis), dan mata menguning.

·         Langkah Siaga: Gunakan sepatu bot dan sarung tangan karet jika terpaksa harus menerjang banjir. Selalu cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah terkena air banjir.

3. Influenza dan ISPA

Udara dingin dan kelembapan tinggi membuat virus influenza lebih stabil dan bertahan lebih lama di udara. Ditambah lagi, saat musim hujan kita cenderung lebih sering beraktivitas di dalam ruangan yang tertutup bersama orang lain, sehingga penularan virus lewat droplet (percikan batuk/bersin) menjadi jauh lebih cepat.

Baca Juga: Lama Menderita Sakit, Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kawasan Kedungjenar

·         Gejala Utama: Batuk, pilek, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan badan terasa lemas.

·         Langkah Siaga: Jaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, tidur cukup, pakai masker jika sedang tidak fit, dan pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin flu tahunan.

4. Diare dan Penyakit Pencernaan

Saat curah hujan tinggi, sumber air bersih berpotensi besar terkontaminasi oleh bakteri (seperti E. coli) dari luapan parit atau septik tank. Jika Anda mengonsumsi air atau makanan yang diolah dengan air yang tercemar, bersiaplah menghadapi masalah pencernaan.

·         Gejala Utama: Buang air besar cair lebih dari 3 kali sehari, kram perut, mual, dan muntah.

·         Langkah Siaga: Pastikan selalu memasak air minum hingga mendidih sempurna, cuci tangan dengan sabun sebelum makan, dan hindari jajan di tempat yang kebersihannya meragukan.

5. Penyakit Kulit (Kutu Air dan Jamur)

Sering memakai sepatu yang basah karena kehujanan? Atau kaki sering terendam air genangan? Hati-hati dengan serangan jamur kulit. Kondisi kulit yang lembap dalam waktu lama adalah area bermain favorit bagi jamur dan bakteri.

·         Gejala Utama: Kulit gatal, kemerahan, mengelupas, atau terasa perih di sela-sela jari kaki (kutu air).

·         Langkah Siaga: Segera keringkan tubuh atau kaki yang basah. Jangan biarkan pakaian atau kaos kaki yang lembap menempel terlalu lama di tubuh.

Catatan Penting: Kunci utama menghadapi musim hujan bukanlah obat-obatan yang mahal, melainkan menjaga imunitas tubuh dan kebersihan lingkungan. Sediakan selalu payung atau jas hujan di tas Anda, dan segera mandi serta ganti baju setelah Anda kehujanan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#menjaga imunitas #resiko penyakit #penyakit #Musim Hujan