Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dampak Puasa terhadap Kesehatan Mata

Muhammad Suaeb • Jumat, 13 Maret 2026 | 09:00 WIB

dr. Afif Maulana, Dokter Spesialis Mata RS Aisyiyah Bojonegoro – Anggota IDI Cabang Bojonegoro
dr. Afif Maulana, Dokter Spesialis Mata RS Aisyiyah Bojonegoro – Anggota IDI Cabang Bojonegoro

 

RAMADAN sering dikaitkan manfaat kesehatan tubuh secara umum. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan mata? Banyak pasien bertanya apakah puasa membuat mata lebih kering, cepat lelah, atau justru lebih sehat. Jawabannya tidak sesederhana “baik” atau “buruk”, karena sangat bergantung pada kebiasaan harian selama berpuasa.

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan cairan selama belasan jam. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi, yaitu kekurangan cairan tubuh. Salah satu dampaknya adalah berkurangnya produksi air mata. Air mata bukan sekadar “air”, tetapi lapisan pelindung yang menjaga permukaan mata tetap lembab, jernih, dan nyaman. Jika produksinya menurun, seseorang bisa mengalami mata kering.

Mata kering ditandai rasa perih, mengganjal seperti ada pasir, mata merah, cepat lelah, bahkan penglihatan bisa terasa buram sesaat. Pada orang yang sudah sering menatap layar gawai atau komputer berjam-jam, keluhan ini bisa terasa lebih berat saat puasa.

Selain itu, perubahan pola tidur selama Ramadan  juga berpengaruh. Waktu istirahat yang berkurang dapat menyebabkan mata terasa tegang dan sensitif terhadap cahaya. Kurang tidur membuat otot-otot mata lebih mudah lelah, sehingga aktivitas visual seperti membaca atau bekerja di depan layar terasa lebih berat.

Namun, puasa juga memiliki sisi positif. Pola makan yang lebih teratur saat sahur dan berbuka dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Ini penting bagi penderita diabetes, karena gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah halus di retina (lapisan saraf mata yang berfungsi menangkap cahaya). Kondisi ini dikenal sebagai retinopati diabetik, salah satu penyebab kebutaan tersering pada usia produktif.

Lalu, bagaimana menjaga mata tetap sehat saat puasa? Pertama, penuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka. Jangan menunggu haus. Kedua, batasi paparan layar dan terapkan aturan istirahat mata setiap 20 menit dengan melihat objek jauh selama 20 detik. Ketiga, cukup tidur agar mata mendapat waktu pemulihan. Keempat, konsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A dan Omega-3, seperti sayuran hijau, telur, dan ikan.

Bila memiliki riwayat mata kering berat atau penyakit mata tertentu, penggunaan tetes mata pelumas dapat membantu. Tetes mata pelumas adalah cairan steril yang berfungsi menggantikan air mata alami untuk menjaga kelembaban mata.

Singkatnya, puasa tidak merusak kesehatan mata bila dijalani dengan pola hidup yang tepat. Kunci utamanya adalah hidrasi cukup, istirahat memadai, dan kebiasaan visual yang sehat. (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#mata #ramadan #sehat #mata kering #kesehatan #kebiasaan #gula darah #cairan #KesehatanMata #air mata #dehidrasi