Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Olahraga Saat Puasa

Muhammad Suaeb • Rabu, 25 Februari 2026 | 08:30 WIB

dr. Imam Bakhrudin, Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Hip dan Lutut RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro
dr. Imam Bakhrudin, Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Hip dan Lutut RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

 

Oleh:
dr. Imam Bakhrudin
Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Hip dan Lutut RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

 

BANYAK masyarakat masih ragu untuk berolahraga saat menjalankan ibadah puasa. Kekhawatiran yang sering muncul adalah takut lemas, dehidrasi, atau bahkan cedera.

Namun, dokter spesialis ortopedi, dr. Imam Bakhrudin, Sp.OT, CF. Hip & Knee, menjelaskan bahwa olahraga saat puasa justru tetap aman dan dianjurkan, selama dilakukan dengan cara yang tepat.

Aktivitas fisik yang terukur dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Olahraga berperan penting dalam mempertahankan kekuatan otot, menjaga fleksibilitas sendi, serta melancarkan sirkulasi darah. Jika tubuh terlalu lama tidak bergerak, risiko kekakuan sendi dan penurunan massa otot bisa meningkat. Karena itu, puasa bukan alasan untuk berhenti aktif.

Kunci utamanya adalah memilih waktu dan jenis olahraga yang sesuai. Waktu yang paling direkomendasikan adalah menjelang berbuka puasa atau setelah salat Tarawih. Menjelang berbuka, tubuh masih memiliki energi cadangan, dan setelah selesai berolahraga dapat segera mengganti cairan dan nutrisi saat berbuka.

Baca Juga: Strategi Hidrasi Sehat bagi Pasien Kronis

Sementara itu, berolahraga setelah Tarawih memberi kesempatan tubuh memperoleh asupan energi terlebih dahulu.

Jenis olahraga yang dianjurkan meliputi aktivitas intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, jogging ringan, bersepeda santai, renang dengan intensitas rendah, yoga, atau latihan angkat beban ringan. Aktivitas ini cukup untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.

Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, sepak bola kompetitif, angkat beban berat, atau latihan CrossFit sebaiknya dihindari saat berpuasa. Aktivitas tersebut berisiko meningkatkan kelelahan dan dehidrasi karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam.

Dengan pengaturan yang tepat, olahraga saat puasa bukan hanya aman, tetapi juga membantu menjaga kesehatan sendi dan kebugaran tubuh sepanjang Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa (*)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#ramadan #ibadah puasa #olahraga #puasa #Lemas #cedera #aktivitas fisik #berolahraga #dehidrasi