Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Penyakit Lyme, Penyakit yang Sering Menyerang Selebriti dan Olahragawan Barat: Tidak Gatal, Tapi Bisa Fatal

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 21 September 2025 | 23:10 WIB
Bella Hadid menunjukkan perawatan penyakit Lyme yang dijalankannya. (Instagram Bella Hadid)
Bella Hadid menunjukkan perawatan penyakit Lyme yang dijalankannya. (Instagram Bella Hadid)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Terkadang jika Anda mengikuti berita dan gosip selebriti atau olahraga barat, terutama Amerika Serikat, mungkin Anda akan mendengar atau membaca bahwa sebagian dari tokoh-tokoh tersebut menderita Lyme Disease, atau Penyakit Lyme. Terbaru, supermodel AS keturunanPalestina, Bella Hadid membuka diri sedang menjalani pemulihan diri dari penyakit tersebut.

“Maaf ya saya lama tidak ada kabar, saya cinta kalian semua,” ujar Bella singkat di media sosial pribadinya pada Kamis (18/9), sambil mengunggah foto dirinya dalam perawatan di rumah sakit.

Ibu Bella, Yolanda Hadid sendiri juga merupakan penyakit tersebut. “Penyakit Lyme kronis dengan gangguan saraf ini sulit dipahami orang lain. Saya sendiri sudah melewati rasa sakit, tetapi jauh lebih menyakitkan melihat anak saya menderita,” jelas Yolanda dalam media sosialnya.

Tidak hanya keluarga Hadid, banyak selebriti dan tokoh-tokoh lain yang menderita penyakit Lyme. Misal Justin Bieber, Justin Timberlake, Ben Stiller, Avril Lavigne, bahkan mantan Presiden AS George W. Bush mengidap penyakit ini.

Menurut Pusat Pencegahan dan Penyakit AS (CDC), penyakit Lyme dinamakan demikian karena wabah penyakit tersebut pertama kali terjadi di kota Lyme, negara bagian Connecticut pada 1975. Sementara puncak wabah tersebut terjadi sepanjang 1984 hingga 1986, dengan rerata 1.500 penduduk menderita penyakit tersebut.

Penyakit Lyme paling sering disebabkan oleh gigitan kutu rusa atau kutu kaki hitam (Ixodes scapularis) yang masih satu famili dengan kutu caplak. Namun kutu rusa hanya hidup di AS, Kanada dan sebagian kecil Eropa, sehingga penyakit ini sangat jarang ditemui di Indonesia, dan paling beresiko diderita maysarakat di wilayah utara AS.

Tampak gejala awal penyakit Lyme. (Dok. Alodokter)
Tampak gejala awal penyakit Lyme. (Dok. Alodokter)

Secara rinci, Penyakit Lyme disebabkan oleh gigitan kutu rusa atau kutu kaki hitam yang sudah terjangkit bakteri Borrelia, sehingga bakteri tersebut masuk ke dalam darha manusia. Selain rusa sesuai namanya, kutu rusa juga bisa hingga pada hewan ternak dan tikus di wilayah-wilayah yang telah disebutkan.

Menurut Halodokter, karena ukurannya yang kecil, gigitan kutu rusa mungkin tidak terasa pada manusia. Selain itu penyakit Lyme tidak serta-merta menyerang manusia, dan masa inkubasinya tergolong lama, kurang lebih 1-2 minggu setelah digigit.

Karena sifat kutu yang hinggap di berbagai hewan, penyakit Lyme paling rawan menyerang masyarakat yang sering tinggal atau bekerja di luar ruangan, terutama jika tidak berpakaian yang menutupi kulit. Beraktivitas dengan hewan, misal hewan peliharaan dan hewan ternak di AS dan Kanada juga memiliki resiko terjangkit penyakit Lyme.

Penyakit Lyme menyerang saraf tubuh manusia. Gejala penyakit Lyme biasanya paling mudah dilihat di kulit, terutama bagian leher atau lengan.

Pada dua bagian tersebut akan muncul ruam kulit berbentuk bundar, kadang berbentuk mirip target panahan dengan lingkaran di luar ruam. Berbeda dengan penyakit kutu kebanyakan, ruam ini tidak gatal, namun menyebabkan demam, nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan.

Jika tidak segera ditangani, bakteri Borrelia dapat menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan leher kaku dan gangguan irama jantung. Jika sudah kritis, penyakit Lyme dapat berujung pada meningitis, gangguan ingatan, mati rasa, gangguan saraf, artritis dan bahkan kerusakan otak.

Jika seseorang diduga terkena penyakit Lyme, bawa segera ke rumah sakit untuk menjalani tes darah. Jika kutu masih hinggap di badan penderita, jangan ditepuk seperti nyamuk, namun cabut kutu menggunakan pinset atau jepitan serupa, kemudian bagian yang digigit diolesi antiseptik.

Karena penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri, penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik. Namun jika penyakit sudah merambah ke jantung, antibiotik lebih disarankan dikonsumsi dengan metode suntik.

Selain memakai pakaian tertutup dan memakai salep/krim anti serangga, penyakit Lyme dapat dicegah dengan membersihkan pekarangan rumah, terutama dengan memotong rumput dan membersihkan mebel kayu dari rayap. Selain itu jangan lupa untuk menjaga kebersihan diri, serta hewan peliharaan jika punya. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #amerika #penyakit lyme #olahragawan #kutu rusa #kutu #lyme disease #selebriti #gigitan kutu #penyakit #kesehatan #lyme #mati rasa #bakteri #Connecticut #bella hadid #Kebersihan #Saraf