Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Prestasi di Atas Ring, Mahasiswa Unigoro Raih Medali Perak Kejurnas Tinju Sabuk Emas Piala Gubernur Jawa Tengah 2026

M. Nurcholis • Selasa, 7 Juli 2026 | 10:18 WIB
Fighter tangguh dan berprestasi di atas ring. Fairus Nurul Firdaus, mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unigoro. (UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO)
Fighter tangguh dan berprestasi di atas ring. Fairus Nurul Firdaus, mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unigoro. (UNIGORO FOR RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Universitas Bojonegoro (Unigoro) memiliki fighter tangguh dan berprestasi di atas ring. Fairus Nurul Firdaus, mahasiswa Prodi Teknik Sipil Unigoro, sukses meraih medali perak Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Sabuk Emas Piala Gubernur Jawa Tengah 2026 di Hotel Sahid Jaya, Surakarta, pada 3 hingga 5 Juli 2026. Dia menjadi juara kedua kelas under 57 kg kategori amatir.

Kepada awak media, Fairus menuturkan, kejuaraan tinju tersebut diikuti petinju-petinju amatir dan profesional. Dia sudah melakukan persiapan lebih dari sebulan melalui program training center (TC) di Kanor Fighting Academy. Meskipun Fairus telah menorehkan prestasi di cabor MMA, dia tertarik mengikuti kompetisi tinju. “Awal ikut combat sport pun di tinju. Lalu ada kejuaraan tinju lagi, saya ikut. Sistem pertandingannya sama dengan MMA, tiga ronde kali tiga,” tuturnya, Selasa (7/7/26).

Baca Juga: Pelatihan Geopark oleh LPPM Unigoro Perkuat Pemahaman Hubung Kait Geologi, Hayati, dan Budaya di Geosite Kedung Lantung

Fairus melanjutkan, pertandingan di babak penyisihan dapat dilalui dengan baik. Di babak final, Fairus mulai kewalahan menghadapi lawan karena kelelahan. Akibatnya pada ronde kedua, dia dinyatakan TKO (Technical Knockout, Red) di atas ring.

Meskipun telah menorehkan prestasi yang membanggakan, Fairus tak lantas merasa puas. Dia membidik kompetisi tinju kategori profesional. “Tapi saat ini masih ingin menuntaskan kompetisi yang amatir dulu. Kompetisi amatir biasanya maksimal di usia 30 tahun. Tapi di Jawa Timur, usia 23 tahun sudah tidak bisa lagi tanding kategori amatir di kejuaraan resmi,” pungkasnya. (din)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#atlet tinju #mahasiswa unigoro #mma #Kejurnas #mahasiswa berprestasi