RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro menyapa ratusan mahasiswa Universitas Bojonegoro (Unigoro) dalam sosialisasi tentang optimalisasi layanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Selasa (30/6/26). Pada kesempatan ini, BPJS Kesehatan membuka kesempatan dialog interaktif bersama civitas akademika.
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., mengapresiasi program BPJS Kesehatan Goes To Campus. Sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara pelayanan publik. Untuk merumuskan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya perlindungan kesehatan.
“Kami berharap, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai aspek program JKN. Mulai dari tata cara kepesertaan, hak dan kewajiban peserta, mekanisme memperoleh pelayanan kesehatan, hingga prosedur yang harus ditempuh apabila memerlukan layanan di fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Di hadapan mahasiswa, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Dr. Wahyu Gianto, SE., SH., MM, CPM, CTAAAK, menjelaskan bentuk perlindungan kesehatan yang diselenggarakan oleh lembaganya. Termasuk perbedaan antara JKN, BPJS Kesehatan, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
JKN adalah program jaminan kesehatannya, BPJS Kesehatan adalah lembaga yang mengelolanya, sedangkan KIS merupakan identitas peserta untuk memperoleh layanan kesehatan. “Agar layanan kesehatan berjalan dengan baik peserta diharapkan memanfaatkan FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).
Seperti puskesmas atau klinik, sebagai tempat pemeriksaan awal sebelum dirujuk ke RS apabila diperlukan. Sistem pelayanan berjenjang ini bertujuan agar pelayanan kesehatan menjadi lebih efektif dan merata,” jelasnya.
Wahyu turut menekankan pentingnya hak dan kewajiban peserta JKN. Peserta berhak memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan. Sementara mereka juga berkewajiban membayar iuran tepat waktu, memperbarui data kepesertaan, dan mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku.
“BPJS Kesehatan kini menyediakan berbagai layanan digital. Seperti aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA, Care Center 165, dan kanal layanan lainnya agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi maupun pelayanan,” paparnya.
Sosialisasi yang dipandu oleh Ketua BEM KM Fakultas Ekonomi Unigoro, Sahra Dwi Irma Rosida, berlangsung interaktif. Mahasiswa-mahasiswi Unigoro memanfaatkan kesempatan tersebut untuk tanya-jawab seputar layanan BPJS Kesehatan. (din)
Editor : Bhagas Dani Purwoko