Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Unigoro Teken MoU Kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Timor Leste: Kendala Bahasa Bukan Jadi Masalah

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 18 Februari 2026 | 17:54 WIB
(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Universitas Bojonegoro (Unigoro) kedatangan tamu istimewa pada Rabu pagi (18/2) di Hall Suyitno Unigoro. Rombongan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Kebudayaan Timor Leste, datang langsung ke Bojonegoro untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Rombongan kementerian dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Kebudayaan Timor Leste, Dr. José Honório da Costa Pereira Jerónimo, serta Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Sains kementerian tersebut, Domingos Barros. Mereka disambut oleh jajaran civitas akademika Unigoro yang dipimpin oleh Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani dan Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso.

Selain penandatanganan MoU, dilakukan pula sharing session untuk mengenalkan struktur akademi Unigoro dan mengulik bidang tri dharma dengan potensi untuk kerjasama antara Unigoro dan Timor Leste. “Melalui sharing session ini kita membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan, inovasi, dan berbagai taktik terbaik dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelas Tri Astuti.

Menurut Dr. Arief, kerjasama dengan pihak luar negeri juga merupakan salah satu langkah untuk mencapai akreditasi unggul atau internasional. Karena itu, Unigoro sudah mulai mengirim mahasiswa dan dosen ke luar negeri untuk menempuh pendidikan dan melaksanakan pendidikan masyarakat.

“Ada beberapa negara di wilayah ASEAN (Asia Tenggara) yang juga menggunakan Bahasa Indonesia. Sebelumnya kami mengirim dosen dan mahasiswa ke Malaysia dan Brunei Darussalam, akhirnya kita dapat menjalin kerjasama dengan yayasan di Timor Leste (Katilosa Foundation) dan kini Menteri Pendidikan Tinggi datang ke Bojonegoro,” ujar Arief.

(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

Salah satu faktor yang memuluskan kerjasama ini adalah kebudayaan dan adat istiadat Timor Leste dan Indonesia yang masih serumpun. Masyarakat Timor Leste juga menguasai Bahasa Indonesia, sehingga komunikasi mahasiswa dengan masyarakat dan akademisi setempat menjadi lebih mudah.

Rencananya dalam kerjasama ini, Unigoro akan memberikan beasiswa untuk lima mahasiswa asal Timor Leste untuk berkuliah di Unigoro. Sebaliknya, Unigoro akan mengirimkan mahasiswa mereka untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Timor Leste mulai 2027 mendatang.

“Kami akan menanggung semua biaya dengan kriteria yang telah kita sampaikan, pada prinsipnya nanti kuliah di Unigoro menggunakan bahasa pengantar Indonesia agar proses perkuliahan dapat berjalan dengan baik. Sehingga sebelum berangkat ke Bojonegoro, mahasiswa penerima beasiswa wajib dapat menguasai Bahasa Indonesia,” papar Arief.

Dengan ini, Arief berharap kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Timor Leste dapat berjalan dalam kurun waktu panjang. “Kita berharap kerja sama ini memiliki prinsip kesetaraan, saling belajar dan saling menyelesaikan masalah bersama-sama,” tambah Arief.

Hal tersebut juga diamini oleh Dr. Jose Honorio, yang mengapresiasi kerjasama beasiswa yang direncanakan. “Indonesia merupakan negara dengan mahasiswa asal Timor Leste palign banyak, dengan jumlah saat ini 15 ribu mahasiswa,” ujarnya.

Jose meyakini, program kerjasama ini dapat menjembatani Unigoro untuk melakukan kerja sama dengan berbagai universitas di negerinya.  Kebetulan, sistem pengabdian masyarakat di Timor Leste memiliki struktur serupa dengan Indonesia.

“Kalau di Indonesia istilahnya KKN, kalau di Timor Leste sebutannya Serviço Comunitário dos Estudantes. Bahasa sehari-hari ada empat, yakni Portugis, Indonesia, Inggris dan Melayu. Jadi saya yakin mahasiswa yang belajar di Unigoro paham Bahasa Indonesia,” papar Jose. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kuliah #pengabdian masyarakat #pendidikan tinggi #universitas bojonegoro #timor leste #Pendidikan #kerja sama #menteri pendidikan #bojonegoro #kerjasama #mou #asean #universitas #KKN