Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bincang Diplomasi Iran-Amerika Serikat Temui Jalan Buntu: Kedua Belah Pihak Masih Tidak Percaya Satu Sama Lain

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 12 April 2026 | 18:19 WIB
(Dok. Office of the Iranian Parliament)
(Dok. Office of the Iranian Parliament)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kelumit perang di wilayah timur tengah antara koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran bakal terus berlanjut untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya bincang diplomasi antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan berakhir buntu pada Minggu siang (12/4).

Sedianya, diplomasi yang dilaksanakan setelah kesepakatan gencatan senjata antara kedua belah pihak tersebut dapat dilangsungkan hingga dua minggu, terhitung sejak Jumat (10/4). Namun pada akhirnya baik Iran maupun AS meninggalkan Islamabad dengan tangan nyaris kosong.

Dalam pertemuan tersebut, Iran diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) mereka, Abbas Araghchi, serta juru bicara parlemen setempat, Mohammad Baqer Qalibaf. Sementara AS dipimpin oleh Wakil Presiden negeri tersebut sekaligus tangan kanan Donald Trump, J.D. Vance. Sebagai pihak penengah, Pakistan diwakili oleh Menlu setempat, Ishaq Dar.

Menurut Vance, semua pihak terlibat perbincangan hingga 21 jam, terhitung sampai Minggu. Sayang, semua pihak tidak puas dengan hasil perbincangan tersebut.

“Kabar buruknya, tidak ada kesepakatan yang terjadi. Saya rasa ini sama buruknya bagi Iran sebagaimana hasil ini juga berdampak buruk untuk AS. Kami sendiri sudah menyatakan posisi kami sejelas-jelasnya,” jelas Vance sesaat sebelum pulang ke AS, sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera.

Baca Juga: Baru Sehari Ditetapkan, Iran Sebut AS Sudah Langgar Tiga Pokok Gencatan Senjata

Menurut Vance, kedua negara tersebut gagal mencapai kesepakatan dalam beberapa topik pembahasan. Namun yang paling membuat AS kesal, Iran masih belum menyetujui semua proposal AS mengenai pengembangan nuklir, yang sampai sekarang masih menjadi momok bagi regu Paman Sam.

“Kami perlu pembuktian komitmen bahwa mereka (Iran) tidak akan menciptakan persenjataan nuklir, dan juga tidak melakukan pengadaan peralatan produksi senjata nuklir,” tambah Vance.

Sementara itu, argumen Iran terhadapnya gagalnya diplomasi tersebut lebih simpel lagi. Qalibaf menyebut AS juga perlu membuktikan komitmen mereka terhadap perdamaian, menyusul serangan Israel terhadap Lebanon sehari sebelum diplomasi dimulai (9/4), serta sejarah peperangan antara kedua belah pihak sejak setengah abad lalu.

“Sebelum diplomasi dimulai saya tekankan bahwa kami punya niatan baik, namun karena peperangan yang dulu terjadi antara AS dan Iran, kami masih ada rasa tidak percaya pada mereka. Dengan pembicaraan kali ini, saya harap AS dapat memahami prinsip dan jalan pikiran bangsa Iran. Sekarang tinggal menunggu apakah kini kami dapat memercayai mereka atau tidak,” ujar Qalibaf melalui media sosial pribadinya.

Jika AS ngotot agar Iran tidak membangun senjata nuklir, Iran masih menagih ganti rugi dan biaya perbaikan perang dari Trump dkk. Selain itu, Iran juga menegaskan kendali atas Selat Hormuz dengan mengubah kanal tersebut menjadi tol laut, dengan kata lain menarik biaya dari setiap kapal yang melintas.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baghaei menyikapi akhir diplomasi dengan lebih santai. “Sejak awal tentu kita tidak berharap kesepakatan langsung tercapai dalam sekali pertemuan,” jelasnya.

Berkaitan hal tersebut, meskipun delegasi AS dan Iran sudah pulang ke negara masing-masing, Pakistan menyatakan pintu diplomasi dan pembicaraan terkait masih terbuka lebar. Namun yang terpenting, pemerintah setempat berharap agar kedua belah pihak serius dalam menjalankan gencatan senjata.

“Kami berharap kedua belah pihak melanjutkan pembicaraan secara positif demi mencapai perdamaian dan kesejahteraan kekal, baik di wilayah sekitar Iran maupun di seluruh dunia,” ujar Ishaq Dar selaku penengah pembicaraan tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #gencatan senjata #iran #perdamaian #pakistan