RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Amerika Serikat (AS) memulai keterlibatan mereka dalam konflik Israel-Iran dengan mengebom fasilitas nuklir milik Iran. Pengeboman di akhir pekan (21-22/6) tersebut dilakukan dengan metode serangan udara menggunakan pesawat pengebom.
BBC melaporkan Presiden AS, Donald Trump mengklaim operasi berjalan sukses. Di sisi lain, pemerintahan Iran mengkonfirmasi pengeboman tersebut, namun mengklaim dampaknya tidak seberapa.
“Tentu perlu diingat masih banyak target lain yang ada,” ujar Trump dalam pernyataan resmi, Minggu (22/6).
Menggunakan pesawat bomber B-2 Spirit, AS menjatuhkan bom di fasilitas nuklir di wilayah Fordow, Natanz dan Ishafar. Berhubung fasilitas tersebut susah dijangkau, terutama fasilitas Fordow yang berada di bawah tanah, AS menggunakan bom GBU-57 MOP dengan berat 13 ton, yang dapat menembus tanah sebelum meledak.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengutuk serangan tersebut dan mengklaim bakal ada balasan dari Iran. "Peristiwa pagi ini keterlaluan dan akan memiliki konsekuensi yang kekal," ujar Abbas melalui media sosial pribadinya.
Abbas juga mengklaim serangan kali ini, serta serangan-serangan sebelumnya berakibat kemunduran diplomasi antara Iran, AS dan Israel.
“Minggu lalu kami sedang berdiplomasi dengan AS, tapi malah dihancurkan Israel. Minggu ini kami berdiplomasi dengan Uni Eropa, kemudian dihancurkan oleh AS,” lanjut Abbas.
Selain melalui pernyataan pribadi Abbas, Kementerian Luar Negeri negara tersebut juga langsung merilis pernyataan terhadap serangan AS. Sama seperti Abbas, kementerian menegaskan Iran bisa melalukan serangan balik sewaktu-waktu.
“Republik Islam Iran memiliki hak untuk mempertahankan diri dengan kekuatan penuh dari agresi militer dan kejahatan AS. Tindak kejahatan berupa penyerangan fasilitas nuklir telah membuka keterlibatan AS dalam membantu Israel menyerang Iran,” bunyi pernyataan resmi kementerian sebagaimana dilansir kantor berita nasional Iran, Tasnim.
Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) memastikan tidak ada kontaminasi nuklir yang disebabkan oleh serangan tersebut. “Menyusul serangan ilegal AS terhadap situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan, survei lapangan dan data sistem radiasi menunjukkan tidak ada kontaminasi yang tercatat,” bunyi pernyataan media sosial mereka. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana