RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelaksana Olimpiade Matematika tampaknya terbiasa bersilat lidah, pernyataan Saryta Manajemen yang sebelumnya mengku barangnya panitia olimpiade dijarah pada saat kericuhan di Gedung Serba Guna pada Minggu (7/12) lalu. Mulai dari HP panitia hingga hadiah untuk juara olimpiade.
Namun pernyataan tersebut langsung dibantah Polsek Bojonegoro. Terlebih ketika polsek melakukan pengamanan saat kericuhan terjadi, barang-barang panitia masih terlihat di lokasi kejadian.
Ketua Panitia Olimpiade Matematika Saryta Manajemen Ita Puspita Sari mengklaim ada panitia yang ditodong senjata tajam ketika kericuhan terjadi. Barang-barang panitia di Gerdung Serba Guna dijarah seorang bapak-bapak. Semua diambil, HP, dompet, laptop, hadiah, hingga piala.
‘’Tidak ada yang tersisa di gedung,” ujarnya.
Kapolsek Bojonegoro Kota AKP Agus Elfauzi mengatakan, ketika di lokasi dan menenangkan wali murid masih terlihat piala laptop masih ada. Tepatnya di meja atas panggung.
‘’Masih kami lihat,” ungkapnya.
Polisi berpangkat tiga balok di pundaknya itu menegaskan, penyidikan terus berjalan. Termasuk ada tidaknya penjarahan. Sehingga akan disampaikan pada proses selanjutnya.
Kericuhan terjadi setelah sesi satu olimpiade selesai. Orang tua dan anak saling mencari. Ketika itu terjadi pihaknya fokus mengurai peserta yang berjubel di lokasi.
Namun tak lama perserta yang berjubel bisa terurai. Untuk mengurai wali murid dan peserta yang berjubel di gedung petugas kepolisian membantu.
‘’Kami mengurai tidak lama,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana