Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Persitiwa Pengeboman SMAN 72 Jakarta, Mulai Ledakan Hingga H+1: 29 Korban Masih Dirawat di RS, Termasuk Pelaku

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 8 November 2025 | 22:46 WIB
Sehari setelah insiden pengeboman di masjid SMAN 72 Jakarta, Polisi Polda Metro Jaya dan Polisi Militer TNI AL menjaga bersama-sama komplek sekolah tersebut. (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
Sehari setelah insiden pengeboman di masjid SMAN 72 Jakarta, Polisi Polda Metro Jaya dan Polisi Militer TNI AL menjaga bersama-sama komplek sekolah tersebut. (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Publik Jakarta dikejutkan oleh peristiwa pengeboman SMAN 72 Jakarta pada jam salat Jumat (7/11) lalu. Peristiwa tersebut memakan total 96 korban selamat, yang mayoritas merupakan siswa dan warga sekolah tersebut.

Sebelumnya, ledakan tersebut terjadi saat siswa sekolah melaksanakan salat Jumat di masjid milik sekolah tersebut. Namun beberapa saat sebelumnya, diduga pelaku, inisial F, meletakkan setidaknya lebih dari satu bom rakitan sendiri di pilar satau soko guru masjid tersebut. “Terjadi sekitar pukul 12.15 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pada Jumat sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.

Setelah ledakan terjadi, para siswa dan penghuni sekolah langsung menyelamatkan diri dengan dibantu personel TNI AL, berhubung kompleks Kodamar  TNI AL terletak dekat dengan sekolah. Setelah penjinakan bom dan sterilisasi lokasi sekolah dilakukan, kepolisian menemukan terduga pelaku peledakan, F dalam keadaan bersimbah darah, dengan ikat pinggang taktis dan senjata penuh coretan di dekatnya.

Namun ternyata senjata yang dibawa F merupakan senjata mainan. “Senjata mainan, bukan senjata beneran. Setelah kami cek, itu senjata mainan," jelas Wamenko Polkam, Lodewijk F. Paulus yang turut memeriksa lokasi kejadian.

Belum jelas mengapa F melakukan tindakan ekstrem tersebut. Sebagian sesama siswa dan warga sekolah SMAN 72 menyebut F merupakan korban bullying, namun sebagian lain hanya menyebut F biasanya memilih menyendiri dan jarang bergaul.

Yang pasti, F dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Selain itu, media sosial yang diduga milik F, serta coret-coretan yang ada di senjata mainan milik F mengindikasikan bahwa F terpapar ideologi radikal barat.

Saat ini, dari 96 korban luka, mayoritas sudah diperkanankan pulang, dengan 29 sisanya menjalani perawatan di rumah sakit. “Dari jumlah awal 96 saat kejadian, total yang masih dirawat kurang lebih 29 orang,” jelas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada awak media nasional pada Sabtu siang (8/11) sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.

Dari jumlah tersebut, dua diantaranya masih berada dalam perawatan ICU, sementara 27 sisanya menjalani rawat inap. Di luar jumlah tersebut, korban selamat sudah boleh pulang.

Selain itu, F selaku terduga pelaku peledakan juga masih dalam perawatan. Menurut Jenderal Listyo, kondisinya sudah mulai membaik, dan pihaknya masih menelusuri motif di balik tindakan yang dilakukan pelaku, yang juga merupakan siswa kelas XII sekolah tersebut.

"Yang jelas untuk terduga pelaku kondisinya semakin membaik dan mudah-mudahan akan juga mempermudah kita nanti pada waktunya. Untuk motif saat ini memang sedang kami dalami berbagai macam informasi. Tentunya akan kami kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat nanti diinformasikan,” tambah Jenderal Listyo.

Sementara itu, saat ini gedung SMAN 72 Jakarta masih diamankan oleh kepolisian gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polisi Militer TNI AL (Pomal). Selain motif pelaku, kepolisian juga masih menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#polda metro jaya #kapolri #senjata mainan #senjata #siswa sekolah #SMAN 72 Jakarta #bom rakitan #Listyo Sigit Prabowo #wamenko polkam #pengeboman #salat jumat #Siswa #terduga pelaku #Lodewijk F. Paulus #SMAN 72 #jakarta #pilar