RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Usai menjalankan Operasi Pekat Semeru 2025 yang sukses menjaring 139 tersangka, Polres Bojonegoro mulai melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2025 untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik tahun ini. Berbagai elemen bakal terlibat dalam operasi ini, baik dari lingkup kepolisian maupun non-kepolisian, pada Kamis (20/3).
Usai menjalani apel pagi di Mapolres Bojonegoro, seluruh elemen menjalani pemeriksaan kesiapan perlengkapan dan kendaraan. Mulai dari kendaraan patroli hingga kendaraan darurat dan cipta karya, seluruhnya diperiksa oleh Wakapolres Bojonegoro Kompol Yoyok Dwi Purnomo dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Bojonegoro Djoko Lukito, beserta jajaran Forkopimda.
Operasi Ketupat Semeru dilaksanakan selama 17 hari, mulai dari 23 Maret hingga 8 April mendatang pasca lebaran idul fitri.
“Kami akan membangun tiga pos, yakni satu pos pelayanan di area Alun-Alun Bojonegoro, dan dua pos pengamanan di Baureno dan Padangan,” ujar Kompol Yoyok.
Menurut Kompol Yoyok, 302 personel bakal terlibat dalam Operasi Ketupat Semeru.
“Dari Polres sendiri akan melibatkan 155 personel, sisanya dari instansi terkait, baik dari TNI maupun berbagai dinas terkait,” jelasnya.
Dalam operasi kali ini, fokus pengamanan terletak pada pergerakan arus mudik dan arus balik, serta pengamanan individu, perumahan dan pertokoan.
“Untuk operasi ini kami punya tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Nyaman’. Apabila ada kendala di lapangan, silakan hubungi kami melalui hotline 110 di seluruh area Indonesia. Untuk pertokoan, kami langsung melaksanakan patroli rutin untuk mengantisipasi kekosongan saat hari libur,” ungkap Kompol Yoyok.
Kompol Yoyok menambahkan, sebagian besar pekerjaan dalam Operasi Ketupat Semeru telah terselesaikan lebih dulu melalui Operasi Pekat Semeru.
“Jadi Operasi Pekat dilaksanakan sebelum Operasi Ketupat untuk mengantisipasi kerawanan-kerawanan di Operasi Ketupat, sehingga saat mudik berlangsung kerawanan sudah bisa dieliminir,” jelasnya. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana