RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jemaah haji Bojonegoro mulai menjalankan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Rangkaian puncak haji diawali dengan pelaksanaan wukuf di Arafah, Selasa (26/5), seluruh jemaah dari berbagai belahan dunia berkumpul menjadi satu di Padang Arafah.
Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani, Sholikin Jamik menyampaikan, jemaah haji Bojonegoro melakukan tarwiyah terlebih dulu.
Seperti yang dilakukan Rosulullah SAW di Tenda Mina. Kemudian, pukul 09.00 pagi WAS, bertemu di tenda Arafah. Dan, menjalankan puncak haji hari ini (26/5), tepatnya di 9 dzulhijjah untuk melakukan wukuf di Arafah.
"Hari inilah sebenarnya puncak haji, yakni melakukan wukuf di Arafah. Seluruh jemaah haji di berbagai benua atau negara, terkumpul di satu tempat, yakni Padang Arafah. Ini inti dari ibadah haji," terangnya.
Baca Juga: CJH Bojonegoro Diminta Ibadah Sunah Setelah Puncak Haji
Menurut Ketua KBIHU Masyarakat Madani tersebut, jemaah haji Bojonegoro telah melakukan persiapan menjelang puncak haji ini. Mulai dari persiapan mental dan spritual, persiapan fisik atau kesehatan. Serta, energi untuk menjalankan puncak haji.
"Kita sudah siapkan obat-obatan yang harus diminum. Persiapan diri tentang tenaga. Juga, pemahaman, bahwa haji adalah perjalanan yang berpindah-pindah. Maka, yang kuat tidak boleh sombong, yang lemah tidak boleh iri hati atau dengki. Penting adanya kebersamaan di sini, tolong menolong, pemahaman, dan penghormatan," ujarnya.
Jemaah haji asal Desa/Kecamatan Purwosari, Umi Zumrothin mengatakan, telah mempersiapkan diri untuk puncak haji di Armuzna. Baik tenaga, energi, maupun spiritual.
"Kami persiapkan diri untuk mengakui semua dosa-dosa yang telah kita lakukan. Pokoknya bener-benar ngenolkan diri di hadapan Allah," pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko