RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Calon jemaah haji (CJH) asal Bojonegoro mulai menjalani masa persiapan menuju puncak ibadah haji setelah menuntaskan umrah wajib di Kota Makkah. Di antaranya, menjalankan ibadah harian hingga menjaga kesehatan fisik.
Amirul Hajj Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Masyarakat Madani, Sholikin Jamik menyampaikan, kegiatan yang dilakukan jemaah saat ini adalah menjalankan sholat 5 waktu di Masjidil Haram. Dimana dipercaya, memiliki pahala 100 ribu kali lipat dibanding sholat di Tanah Air.
Namun, juga perlu penyikapan, melihat jarak yang cukup jauh dan cuaca panas. Maka, disarankan para jemaah menjalankan ibadah di Masjid hotel masing-masing. Untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima menghadapi rangkaian ibadah pada 7–13 dzulhijjah mendatang.
Baca Juga: Jemaah Haji Bojonegoro Mulai Geser ke Makkah Menunaikan Haji Tamattu
"Ini perlu disikapi karena cuaca sangat panas, jarak relatif jauh, dan kendaraan berjubel," ujarnya.
Sholikin menjelaskan, para ulama juga membolehkan jemaah salat di masjid hotel selama masih berada di tanah suci.
“Selama masih di masjid tanah suci, pahalanya sama. Yang penting kesehatan jemaah tetap terjaga,” katanya.
Dia menambahkan, menjaga fisik jauh lebih penting dibanding memaksakan diri mengejar ibadah sunnah yang berisiko menguras tenaga. Sebab, seluruh jemaah masih harus menghadapi rangkaian ibadah utama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kita siapkan tenaga untuk musim haji nanti. Jangan sampai kelelahan sebelum puncaknya,” tegasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana