RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jemaah haji asal Bojonegoro dijadwalkan mulai bergerak dari Madinah menuju Mekkah pada 10 hingga 11 Mei. Setelah menjalani rangkaian ibadah selama sekitar delapan hingga sembilan hari di Kota Nabi.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Bojonegoro Abdullah Hafidz mengatakan, masa tinggal jemaah di Madinah dimanfaatkan untuk menjalankan ibadah, termasuk salat arbain dan ziarah.
“Geser ke Mekkah mulai tanggal 10 Mei, setelah 8–9 hari di Madinah,” ujarnya.
Meski demikian, selama di Madinah, tidak semua jemaah dapat mengakses Raudhah, salah satu tempat mustajab untuk berdoa di Masjid Nabawi.
Ketua KBIHU Masyarakat Madani Sholikin Jamik menyebut, kendala utama terletak pada sistem pendaftaran berbasis aplikasi. “Di sini ada kendala karena masuk Raudhah harus pakai aplikasi Nusuk,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan aplikasi tersebut menyulitkan sebagian jemaah, terutama lansia. Tidak sedikit jemaah yang memiliki telepon genggam namun kesulitan mengoperasikannya, bahkan ada yang tidak memiliki perangkat sama sekali.
“Terutama pada jemaah lansia, sepuh itu. Ada yang punya HP tapi tidak bisa mengoperasionalkan, dan yang susah jemaah tidak punya handphone,” ujarnya.
Akibatnya, dalam kurun waktu 8–9 hari di Madinah, masih banyak jemaah yang belum mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah. (kam/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana