RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menunaikan Rukun Islam kelima di Tanah Suci adalah mimpi tertinggi setiap Muslim. Namun, melihat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang fluktuatif mengikuti inflasi global dan kebijakan Arab Saudi, nyali sering kali ciut duluan.
Bagi pekerja dengan gaji UMR, khususnya di wilayah Bojonegoro yang berada di kisaran Rp2,3 juta hingga Rp2,5 juta, mengumpulkan puluhan juta rupiah mungkin terdengar mustahil. Padahal, dengan strategi finansial yang presisi, impian melihat langsung Ka'bah bukanlah angan kosong.
Mengutip panduan perencanaan keuangan dari Allianz dan data resmi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut adalah strategi "meretas" kebiasaan agar dana haji cepat terkumpul:
Baca Juga: 6 Trik Rahasia Cara Pakai Toilet Pesawat untuk Jemaah Haji 2026
Langkah Strategis Menabung Haji
-
Jadikan Haji Prioritas (Potong di Awal): Kesalahan terbesar adalah menabung dari "sisa gaji". Ubah mindset Anda. Saat gaji cair, potong langsung untuk tabungan haji, barulah sisanya digunakan untuk biaya hidup.
-
Kunci Dana di Tabungan Khusus: Buka rekening Tabungan Haji di bank syariah yang terhubung dengan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Kemenag. Aktifkan fitur autodebet agar Anda "dipaksa" konsisten tiap bulan.
-
Pangkas "Latte Factor": Sadarkah Anda? Uang nongkrong di kafe atau jajan es kopi Rp20.000 per hari jika ditabung bisa menjadi Rp7,2 juta dalam setahun! Kurangi pengeluaran impulsif demi Tanah Suci.
-
Suntikan Dana "Kaget" (THR & Bonus): Jangan habiskan Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus akhir tahun untuk gaya hidup. Jadikan dana segar ini sebagai booster untuk melompati target tabungan bulanan Anda.
-
Setop Utang Konsumtif: Jauhi paylater, pinjaman online (pinjol), atau cicilan barang yang tidak mendesak. Bunga utang adalah musuh terbesar tabungan haji Anda.
-
Buka Keran Penghasilan Tambahan: Manfaatkan waktu luang untuk freelance atau berjualan online. Alokasikan 100% margin keuntungan side hustle ini ke rekening haji.
-
Biarkan Uang Bekerja (Investasi Syariah): Jika target keberangkatan masih panjang, pertimbangkan instrumen Reksa Dana Pasar Uang Syariah atau Sukuk Ritel untuk melawan laju inflasi.
-
Set Target yang Jelas: Jangan menabung tanpa arah. Targetkan nominal untuk Setoran Awal (Porsi Haji) terlebih dahulu.
-
Amankan Nomor Porsi: Antrean haji reguler di Jawa Timur bisa mencapai puluhan tahun. Begitu dana menyentuh Rp25 juta, segera lari ke Kemenag untuk mendaftar dan mendapatkan nomor porsi keberangkatan.
-
Konsisten adalah Kunci: Motivasi bisa naik-turun, tetapi kedisiplinan tidak boleh putus.
-
Gaya Hidup Minimalis: Bedakan dengan tegas antara kebutuhan (makan, listrik) dan keinginan (baju baru, gadget terbaru).
-
Jalur Langit (Doa & Niat): Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Rezeki haji sering kali datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
Simulasi Realistis: Menabung Setoran Awal Haji Rp 25 Juta
Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama RI, biaya Setoran Awal untuk mendapatkan nomor porsi Haji Reguler adalah tetap di angka Rp 25.000.000. Sementara itu, rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar jemaah pada tahun 2025 disepakati sebesar ±Rp 55,4 juta).
Tugas pertama Anda bukanlah mengumpulkan Rp 55 juta sekaligus, melainkan mengejar angka Rp 25 Juta untuk mengamankan kursi/porsi antrean. Berikut simulasinya:
| Target Waktu (Mengejar Porsi) | Tabungan Per Bulan | Setara Menabung Per Hari | Tingkat Kesulitan (Skala Gaji UMR) |
| 1 Tahun | Rp 2.083.000 | Rp 69.500 | š“ Sangat Berat (Butuh Side Hustle besar) |
| 2 Tahun | Rp 1.041.000 | Rp 34.700 | š” Cukup Berat (Harus pangkas gaya hidup drastis) |
| 3 Tahun | Rp 694.500 | Rp 23.150 | š¢ Realistis (Setara jajan 2 gelas kopi susu) |
| 5 Tahun | Rp 416.000 | Rp 13.800 | šµ Sangat Santai (Aman untuk UMR Bojonegoro) |
Catatan: Setelah menyetor Rp25 juta dan mendapat nomor porsi, Anda masih memiliki waktu tunggu antrean (belasan hingga puluhan tahun) untuk mengumpulkan sisa pelunasannya (sekitar Rp30 jutaan, menyesuaikan kebijakan BPIH pada tahun keberangkatan).
Menabung haji bukan soal seberapa besar gaji Anda saat ini, melainkan seberapa kuat komitmen Anda untuk menyisihkannya. Mulailah hari ini, amankan Rp25 juta pertama Anda, dan biarkan Allah yang mencukupkan sisanya! (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko