Radar History: Gerbong Tangki Meledak, Ganggu Pasokan BBM pada 2005

Yana Dwi Kurniya Wati • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB
HANGUS: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 2005 mengupas terbakar dan meledaknya gerbong tangki pengangkut bensin mobil pikap Isuzu Panther di lintasan KA Cepu. (ARSIP RADAR BOJONEGORO)
HANGUS: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 2005 mengupas terbakar dan meledaknya gerbong tangki pengangkut bensin mobil pikap Isuzu Panther di lintasan KA Cepu. (ARSIP RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pasokan bensin di Bojonegoro sempat terganggu pada 21 tahun silam. Tepatnya, September 2005. 

Berdasar arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro, kejadian itu bermula dari terbakar dan meledaknya gerbong tangki pengangkut bensin mobil pikap Isuzu Panther di lintasan kereta api (KA), Cepu yang disimpulkan akibat human error.

Kesimpulan itu disampaikan Kepolda Jateng Irjen Chaerul Rasyid saat meninjau tempat kejadian perkara (TKP). Ia mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan dalam kecelakaan tersebut. "Namun, ada unsur kelalaian. Dan sopir (pengemudi pikap, red) telah menjadi calon tersangka. Tapi, tidak menutup kemungkinan ada calon tersangka lain," katanya.

Terkait kerugian akibat peristiwa itu, dia menyatakan belum bisa memberi keterangan. "Tapi kami siap untuk mendata serta mengusahakan ganti rugi dari pihak-pihak terkait," ujarnya.

Baca Juga: Radar History: Siswa SMK Siang Tak Lulus Unas Akibat Kunci Jawaban

Ke depan, lanjut dia, di lintasan yang terletak di perempatan jalan dan hanya dijaga seorang petugas itu akan diusahakan pemasangan lampu rotary dan alarm. "Kita usulkan hal tersebut agar tidak ada kejadian yang lebih parah," katanya.

Di depan Kapolda, petugas penjaga lintasan KA Paring Sardono menyatakan, setelah ada tanda bahwa KA akan lewat dirinya menghentikan para pengguna jalan di sebelah timur rel tersebut. Saat itu dia melambai-lambaikan tongkat lampu agar pengguna jalan berhenti. "Setelah itu saya bergeser posisi agak ke kiri," ujarnya.

Ketika dia sudah bergeser itu, lanjut Paring, tiba-tiba dari sebelah kirinya pikap yang dikemudikan oleh Suripno, karyawan Dinas Pekerjaan Umum Blora nyelonong. "Setelah itu pikap tertabrak kereta dan terseret. Saya kemudian lari menghindar," katanya.

 Pikap, lanjut dia, baru terhenti setelah tersangkut tugu yang barada di tengah perempatan tersebut. Di saat hampir bersamaan, dari salah satu gerbong keluar beri aba-aba agar kereta berhenti. "Saya pun memberikan aba-aba agar kereta berhenti. Juga berusaha berlari untuk memutus rangkaian gerbong yang terbakar, namun gagal," lanjutnya. 

Sementara itu, Suripno di hadapan Kapolda menyatakan bahwa sebelum peristiwa tersebut dirinya usai bertandang ke rumah saudaranya di Wonosari, Cepu. Saat berbelok di perempatan tersebut dia mengaku sudah melihat isyarat lampu pen-

jaga lintasan. Namun, karena saat itu posisi penjaga lintasan bergeser, dirinya menganggap kereta sudah lewat. Karena itu, dia kemudian terus jalan berbelok. "Saat itu malah istri saya berteriak bahwa ada kereta, namun saat hendak mengerem jaraknya tinggal dua meter, sehingga tidak mungkin," jelasnya.

Setelah mobilnya terhenti tersangkut tugu, dirinya lantas ke luar dari mobil dan mencari istrinya. "Namun dia sudah lari lebih dulu," katanya.

Dampak kecelakaan yang menimpa rangkaian gerbong tangki premium atau bensin milik Pertamina di Cepu itu, stok dan pasokan bensin yang menjadi tanggung jawab Depot Pertamina Cepu terganggu.

Sejak malam kejadian itu, warga Bojonegoro mulai kesulitan mendapatkan bensin. Sebab, beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya yang berada di wilayah Bojonegoro ke barat yang selama ini mendapat pasokan dari Depot Pertamina Cepu, sejak malam itu tidak mendapatkan pa-sokan bensin lagi.

Baca Juga: Radar History: Vonis Dua Bulan Dua Kasus BBM Jadi Sorotan, Komisi A DPRD Turun Tangan

Kepala Depot Pertamina Cepu Soewarsono mengakui, bahwa kecelakaan itu telah menghambat pasokan bensin dari dari Rowulu, Jogjakarta, ke Cepu. "Ya, alur distribusi dari Jogja ke depot kami terhambat, di sini ikut terhambat," kata dia saat ditemui di Mapolsek Cepu.

Dia menjelaskan, karena terhambatnya pengiriman dari Jogja tersebut, tentu stok di Depot Cepu berkurang. Buntutnya, jatah untuk wilayah Bojonegoro untuk sementara dihentikan dan diserahkan ke Depot Surabaya. "Mulai hari ini (24/9/2005) saya serahkan Surabaya untuk menyetok bensin di wilayah Bojonegoro," ujarnya.

Soewarsono juga mengatakan, akibat kecelakaan gerbong tangki Pertamina di Cepu itu, Pertamina rugi sekitar Rp 1 miliar. Nilai kerugian itu dari bensin berikut gerbongnya yang terbakar. "Mau tahu berdasarkan harga pasaran atau harga apa? Kalau berdasarkan harga pasaran (plus kerusakan empat gerbong, red) ya sekitar Rp 1 miliar," katanya. (yna/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Pasokan bensin ka tkp cepu jawa pos radar bojonegoro