Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Siswa SMK Siang Tak Lulus Unas Akibat Kunci Jawaban

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
MENUNTUT: Wali murid SMK Siang Bojonegoro mendatangi sekolah menuntut tanggung jawab sekolah, karena anaknya tak lulus ujian nasional (unas). (ARSIP JAWA POS RADAR BOJONEGORO)
MENUNTUT: Wali murid SMK Siang Bojonegoro mendatangi sekolah menuntut tanggung jawab sekolah, karena anaknya tak lulus ujian nasional (unas). (ARSIP JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pada September 2005 SMK Siang Bojonegoro digeruduk wali murid yang anaknya tak lulus ujian nasional (unas). Wali murid tersebut menuntut tanggung jawab sekolah.

Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 11 September 2005, digelar pertemuan wali murid yang anaknya tidak lulus unas tahap kedua dengan pihak SMK Siang Bojonegoro. Namun pertemuan tersebut berakhir tanpa hasil. Bahkan para siswa yang tak lulus melaporkan pihak sekolah ke polisi dengan tuduhan penipuan.

Pertemuan tersebut berlangsung pukul 09.00, dihadiri pihak sekolah, orang tua murid yang tak lulus, serta komite sekolah. Para siswa yang tak lulus juga hadir, namun mereka di luar ruang pertemuan.

Advertisement

Dalam pertemuan itu, pihak sekolah mengusulkan agar siswa yang tidak halus mengikuti ujian Kejar paket C yang diadakan November 2005. Namun, tawaran itu ditolak oleh orang tua murid dan para siswa. Alasan mereka, sekolah itu adalah sekolah kejuruan, sedangkan kejar paket C adalah untuk SMA dan yang sederajat.

"Berarti ijazah saya bukan ijazah keahlian, tapi hanya ijazah setingkat SMA," teriak salah satu siswa dari luar rungan.

Advertisement

Suasana semakin tak terkendali. Bahkan, para wali murid sempat melemparkan sesuatu ke arah kepala sekolah beserta beberapa guru yang duduk di depan. Namun, pihak keamanan segera mencegah kejadian lebih parah.

Pertemuan sempat dilanjutkan lagi. Namun, meski dijaga ketat sejumlah aparat keamanan, suasana tetap panas sampai akhirnya pertemuan tersebut menemui jalan buntu dan tak jelas bagaimana akhirnya. Sebab, para siswa yang semula berada di luar ruangan kemudian meringsek masuk dan berteriak-teriak di dalam ruangan.

‘’Kami ditipu dan kami minta ujian ulang untuk itu,” teriak seorang murid yang tampak lebih tinggi dibanding teman-temannya kala itu.

Siswa yang kemudian diketahui bernama Rameli itu maju dan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan. Menurut siswa kelas tiga jurusan mesin otomotif tersebut, saat unas tahap kedua dengan mata ujian Bahasa Inggris setiap kelas didatangi oleh guru mereka.

Guru itu memberikan 40 jawaban dan meminta para peserta unas mengganti jawabannya dengan jawaban yang diberikan guru tersebut.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer