Sabrina Maulani Syahadah terus mengembangkan kemampuan hingga berprestasi di cabang handball dan rugby. Keberanian menjajal cabang olahraga baru membuktikan semangatnya untuk terus belajar dan berkembang.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
OLAHRAGA tak sekadar aktivitas untuk berkeringat, bagi Sabrina Maulani Syahadah, tempat belajar tentang ketekunan, keberanian, sekaligus cara berdamai dengan kemenangan maupun kekalahan.
Setiap lapangan yang dipijak seolah menjadi halaman baru dalam perjalanan panjangnya.
Perempuan asal Dusun Ngrakas, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno itu telah jatuh cinta pada dunia olahraga sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Bola voli menjadi cinta pertamanya. Dari satu pertandingan antarsekolah ke pertandingan berikutnya, ia menemukan kebahagiaan tersendiri. Semangat itu terus tumbuh ketika menginjak SMP hingga akhirnya membuka lembaran baru saat SMA dengan mencoba cabang olahraga handball dan rugby.
‘’Hobi mengikuti olahraga, mulai dari voli, handball,dan rugby,’’ kata gadis 18 tahun tersebut.
Semua berawal dari kebiasaan sederhana. Sabrina gemar menyaksikan pertandingan voli, handball, dan rugby melalui YouTube. Tayangan demi tayangan membangkitkan rasa penasaran sekaligus keinginan untuk berdiri di lapangan. Bukan lagi sebagai penonton, melainkan sebagai pemain yang turut memperjuangkan kemenangan.
Perjalanannya tak selalu mudah. Namun, setiap tantangan justru menguatkan tekadnya. Hingga prestasi demi prestasi bertengger menghiasi perjuangannya. Pada cabor handball, ia meraih Juara I Kejurkab 2024, menjadi bagian tim Kejurprov yang berhasil meraih Juara II pada 2025, serta menyabet Juara II Porkab Handball Indoor Putri. Di cabang rugby, langkahnya juga tak kalah gemilang. Ia meraih Juara I Kejurkab, Juara II Porprov 2025, hingga Juara III Rugby Piala Rektor Unesa tahun ini.
Pengalaman paling berkesan baginya bukan hanya saat berdiri di podium. Melainkan ketika bertanding bersama atlet dari berbagai daerah, bahkan berhadapan dan bermain dengan atlet mancanegara. Dari sana, ia belajar bahwa olahraga memiliki bahasa yang sama, yakni persahabatan, sportivitas, dan rasa saling menghargai.
Bagi siswa SMA Negeri 1 Sumberrejo tersebut, medali bukanlah akhir dari perjalanan. Kekalahan pernah menghampiri berkali-kali. Air mata kecewa pun tak jarang mengiringi. Namun, setiap kegagalan justru menjadi pengingat bahwa mimpi hanya akan menghampiri mereka yang bersedia bangkit kembali.
Di balik sederet prestasi itu, Sabrina tak lupa bersyukur. Ia merasa beruntung memiliki teman-teman setim yang solid, sekolah yang mendukung pengembangan bakatnya, serta keluarga yang selalu menjadi tempat pulang setelah setiap perjuangan.
Baca Juga: Fauzia Hasna Nugraha, Winner Miss Hijab Cilik Jawa Timur 2026: Mengasah Kemampuan dengan Kompetisi
Kesibukannya tak berhenti di lapangan olahraga. Ia aktif dalam organisasi Pramuka, pernah menjadi Polisi Adiwiyata mewakili kelas XI-8, ikut membawa kelasnya meraih predikat kelas terbersih, hingga memiliki kemampuan berakting dalam pementasan drama. Baginya, setiap pengalaman adalah bekal untuk membentuk pribadi yang lebih matang.
‘’Harapan saya, semoga ke depan bisa lebih berprestasi lagi. Juga, bisa membanggakan kedua orang tua dan guru saya,’’ pungkasnya. (*/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah