Dunia tarik suara mendapat tempat tersendiri dalam diri Janitra Alka Gayatri. Di usianya yang baru menginjak 9 tahun, rentetan pengalaman dari panggung ke panggung telah menghiasi perjalanannya.
Dewi Safitri, Bojonegoro
SUARA merdu itu tumbuh seiring langkah kecilnya. Sejak usia lima tahun, Janitra Alka Gayatri sudah akrab dengan irama dan nada. Lagu demi lagu mengalun dari bibir mungilnya, mengisi setiap sudut rumah dengan keceriaan yang seolah tak pernah habis.
Melihat bakat bernyanyi yang dimiliki sang putri, kedua orang tuanya tidak membiarkannya berkembang tanpa arah.
Alka, begitu ia biasa disapa, kemudian diarahkan mengikuti les musik sekaligus piano di Marieta Music School. Dari sanalah perjalanan gadis kecil itu di dunia seni mulai menemukan jalannya.
“Alka memang suka bernyanyi sejak kecil. Dia sering bernyanyi sendiri di rumah. Karena itu kami mengarahkannya mengikuti les musik dan piano agar lebih memahami nada secara menyeluruh,” tutur ibunya.
Bagi Alka yang kini berusia sembilan tahun, bernyanyi bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang. Musik telah menjadi bagian dari kebahagiaannya.
Di tengah tugas sekolah dan berbagai aktivitas belajar, bernyanyi menjadi ruang yang membuatnya merasa nyaman dan bebas mengekspresikan diri.
Menariknya, Alka justru paling menikmati proses sebelum tampil di atas panggung. Memilih kostum, menyusun konsep penampilan, hingga berlatih berulang kali menjadi momen yang paling ia tunggu.
Baginya, persiapan memiliki keseruan tersendiri, bahkan terkadang lebih menyenangkan daripada saat lampu panggung mulai menyala.
Namun, perjalanan menuju panggung tidak selalu mudah. Seperti anak-anak seusianya, Alka juga pernah diliputi rasa tidak percaya diri. Ada saat-saat ketika semangat berlatih naik turun mengikuti suasana hati.
Meski demikian, ia perlahan belajar mengatasi keraguan yang muncul. Setiap latihan menjadi proses pembelajaran, sementara setiap panggung adalah kesempatan untuk bertumbuh.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika Alka mengikuti ajang STEMCO di National University of Singapore.
Karena keterbatasan tempat, gladi resik terpaksa dilakukan di atas kasur. Sederhana dan mungkin terdengar lucu, tetapi dari ruang sempit itulah lahir penampilan yang kemudian mengantarkannya meraih Juara I kategori Talent.
Baca Juga: Ida Fitria Rahmawati, Duta Persada Nusantara Batch 3: Bermimpi Menjadi Perempuan Ispiratif
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian yang paling membanggakan. Sebelumnya, Alka juga pernah mengikuti ajang Bintang Gofun 2025 serta berbagai pertunjukan musik lainnya.
Setiap panggung memberinya pengalaman baru, mengasah kemampuan vokal, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang.
Bagi Alka, setiap kesempatan tampil bukan hanya tentang meraih prestasi. Lebih dari itu, setiap nada yang dinyanyikan adalah langkah kecil menuju versi terbaik dari dirinya sendiri. (*/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko