Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, bernama Kasih yang sempat diduga terjangkit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), akhirnya diperbolehkan pulang dari RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro sekitar 22 Mei 2003.
Tim medis rumah sakit milik Pemkab Bojonegoro tersebut mengizinkan Kasih kembali ke rumah setelah serangkaian pemeriksaan menunjukkan tidak adanya tanda-tanda infeksi virus SARS. Mantan pekerja rumah tangga di Singapura itu dinyatakan tidak terjangkit penyakit yang saat itu sempat mengkhawatirkan masyarakat.
Pantauan Radar Bojonegoro, Kasih meninggalkan rumah sakit sekitar pukul 13.45. Ia dijemput keluarganya bersama petugas Puskesmas Gaplok, Kecamatan Purwosari, serta mendapat pendampingan dari petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro.
Hasil pemeriksaan, termasuk foto rontgen paru-paru, menunjukkan kondisi Kasih normal dan tidak ditemukan kelainan yang mengarah pada infeksi SARS. Berbagai tahapan pemeriksaan yang dilakukan tim medis juga menguatkan kesimpulan bahwa yang bersangkutan tidak terindikasi mengidap virus tersebut.
“Rupanya dia tidak mengidap SARS. Kekhawatiran sebelumnya muncul karena setiap TKI yang datang dari negara terdampak wabah SARS memang harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan masyarakat, terutama warga di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar salah seorang petugas kesehatan.
Wakil Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro saat itu, Anik Yuliarsih, menyampaikan hal senada. Menurutnya, kondisi Kasih hanya mengalami kelelahan setelah perjalanan dari luar negeri.
“Kasih hanya mengalami kelelahan biasa. Dia sempat demam dan pilek sepulang dari Singapura. Sekarang pileknya sudah sembuh,” katanya melalui sambungan telepon.
Meski telah dipulangkan dari RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, pengawasan terhadap Kasih tetap dilakukan. Puskesmas Gaplok, Kecamatan Purwosari, masih akan memantau kondisi kesehatannya untuk memastikan tidak muncul gejala yang mengarah pada SARS. (yna/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana