Berawal diajak teman mengikuti latihan pencak silat. Arfadila Ramadani kini jatuh cinta dengan olahraga adu fisik tersebut. Juga mendapat pengalaman, pelajaran, dan prestasi.
M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro
BELUM genap dua tahun menekuni pencak silat, Arfadila Ramadani sudah punya banyak cerita. Dari pengalaman perdana bertanding sampai prestasi yang berhasil diraih.
Siswa SMKN 3 Bojonegoro mulai menekuni pencak silat sejak 2024. Awalnya diajak teman ikut latihan. Momen itu jadi titik awal ketertarikan yang membuatnya rutin berlatih sampai sekarang.
Arfadila tertarik pencak silat bukan hanya karena bela diri. Olahraga ini jadi sarana menjaga kesehatan, melatih kedisiplinan, membangun mental yang lebih kuat, hingga menambah rasa percaya diri.
“Mendapat teman baru dan meraih prestasi,” ungkap atlet 18 tahun itu.
Arfadila masih ingat jelas tanding pertamanya. Gugup dan takut menyelimuti. Tapi di saat yang sama, ada semangat dan kebanggaan karena bisa mewakili sekolah dan perguruan.
Kedisiplinan jadi kunci. Atlet asal Desa Guyangan, Kecamatan Trucuk itu harus membagi waktu antara sekolah dan latihan, menjaga stamina, serta rutin ikut sesi latihan. Kedisiplinan itu akhirnya membuahkan hasil. Terbaru, meraih Juara 1 Tanding Kelas C Remaja pada Piala Bupati Ngawi.
“Senang, bangga, dan bersyukur usaha latihan selama ini bisa membuahkan hasil,” jelas siswa kelas 12 itu.
Selama menekuni pencak silat, Arfadila beberapa kali mengalami cedera. Mulai dari memar sampai dislokasi. Tapi cedera itu tidak mematahkan semangat. Justru jadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Ke depan, Arfadila masih bertekad meraih berbagai prestasi. Targetnya sederhana, membanggakan orang tua dan sekolah. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana