Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Pada 2005 Lalu, Penelitian Tunjukkan 14,23 Persen Pelajar MA Tuban Akui Pernah Lakukan Hubungan Intim

M. Irvan Romadhon • Minggu, 26 April 2026 | 08:15 WIB
HASIL PENELITIAN: Siswa MA Ash-Shomadiyah Makam Agung Tuban membeberkan data hasil penelitian tentang gaya pacaran pelajar pada 2005 silam. (DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO)
HASIL PENELITIAN: Siswa MA Ash-Shomadiyah Makam Agung Tuban membeberkan data hasil penelitian tentang gaya pacaran pelajar pada 2005 silam. (DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO)

 

Masyarakat Tuban pernah digemparkan oleh hasil penelitian siswa Madrasah Aliyah (MA) Ash-Shomadiyah Makam Agung, tentang gaya berpacaran pelajar. Menyebutkan 14,23 persen responden mengaku pernah melakukan sex intercourse (hubungan intim) dengan pacarnya.

Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 27 April 2005, hasil penelitian yang dilakukan oleh Maria Sugiharti, siswa Madrasah Aliyah (MA) Ash-Shoma-diyah Makam Agung, Tuban, dari 309 pelajar yang dijadikan sampel penelitian, 38 di antaranya atau 14,23 persen responden mengaku pernah melakukan hubungan intim dengan pacarnya.


Responden dalam penelitian itu adalah para pelajar berbagai sekolah di Tuban. Di antaranya SMK YPK, SMA PGRI 1, SMA Mualimin, SMAN 1, MA Ash-Shomadiyah, SMA PGRI 3, dan SMAN 3 Tuban. Juga, beberapa pelajar MAN dan beberapa sekolah lainnya.

Ada 23 variabel pertanyaan yang diajukan kepada responden. Di antaranya pertanyaan soal pacar. Hasilnya, 260 responden atau sekitar 84,69 persen mengaku sudah punya pacar. Yang mengaku belum punya pacar hanya 34 responden atau sekitar 11,07 persen.

Pertanyaan kemudian difokuskan pada apa yang dilakukan bersama pacar. Jawaban atas pertanyaan inilah yang cukup menghebohkan. Sebab, 150 sekitar 56,18 persen mengaku hanya berjabat tangan, 38 responden atau 14.23 persen mengaku pernah melakukan  suami istri dengan pacarnya.

Baca Juga: Radar History: 71 Desa/Kelurahan di 15 Kecamatan Wilayah Bojonegoro Terendam Banjir Akibat Bengawan Solo Meluap Awal April 2005 Lalu

Selain itu, 56 responden atau 21.97 persen pernah berciuman, 16 responden atau 5,9 persen pernah melakukan petting (stimulasi fisik, belaian, sentuhan, atau gesekan organ intim), dan sisanya pacaran bentuk lain.

Apa yang mempengaruhi gaya pacaran para responden itu? Sebanyak 96 responden atau sekitar 35,68 persen mengaku karena pengalaman teman. Artinya mereka tertarik melakukan hal-hal seperti itu karena merasa tertarik setelah mendapatkan cerita dari teman-temannya yang pernah melakukan hal yang sama.

Yang mengaku terpengaruh tontotan di televisi ada 42 responde atau 15,65 persen, terinspirasi VCD porno sebanyak 37 responden atau 14,12 persen, pengaruh novel 27 responden atau 10,31 persen. Sedangkan responden yang menjawab karena inspirasi lain ada 63 responden atau 24.05 persen.

Dari gambaran tersebut dan seiring perkembangan zaman, menyeruak kekhawatiran bahwa pelajar Tuban ada kecenderungan untuk terseret arus seks bebas (freesex).

Maria mengakui penelitian tersebut benar-benar melelahkan dan membutuhkan kerja keras. Bagaimana tidak? Dia harus bersusah payah untuk meyakinkan responden agar mau membagikan pengalamannya. Selain itu, juga muncul penolakan dari pihak sekolah yang siswanya dijadikan sampel penelitian.

Meski demikian ada sekolah yang cukup kooperatif dan mengijinkan Maria melakukan observasi dan menyebarkan angket.

Di bagian akhir hasil tiannya Maria menyertakan berapa petikan wawancara yang dilakukan terhadap responden. Misalnya seorang pelajar berisial RY. Saat ditanya apakah pernah melakukan ciuman, RY dengan bangga mengaku pernah melakukannya. "Ya jelas aja pernah dong," begitulah salh satu hasil wawancara Maria terhadap salah satu respondennya.

Baca Juga: Radar History: Ketika Anggota TNI/Polri Masuk DPS Pilkada Blora Periode 2005 Silam

Kasubdin SLTP SLTA Dinas Pendidikan Tuhan yang kala itu dijabat Sutrisno mengatakan, yang diakukan salah satu pelajar MA Ash-Shomadiyah itu belum bisa dikatakan penelitian, tapi baru sebatas jajak pendapat.

Meski demikian, dia melihat ada sisi positif hasil jajak pendapat tersebut. Yakni, menjadi warning bagi seluruh orang tua dan insan pendidikan di Tuban. ‘’Masalah ini kan sangat pekat di masyarakat. Jadi, jangan tergesa-gesa atau gegahah membuat kesimpulan. Tapi yang jelas, ini bisa menjadi warning bagi semua. Termasuk orang tua dan insan pendidikan,” ungkapnya ketika itu.

Menurut Ketua PC NU Tuban saat itu Noor Nahar Hussein data itu sudah memprihatinkan. Permasalahan itu menjadi tanggung jawab semua pihak. Antara lain kalangan pendidik, agamawan, pemerintah, dan orang tua. Terlebih sudah menyangkut problematika kehidupan secara menyeluruh.

‘’Bisa jadi seperti gunung es. Hal itu terjadi karena ada peluang, sehingga orang tua harus waspada,” jelasnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#hubungan intim #madrasah aliyah #madrasah #pelajar #arsip