Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Fitria Bilqis Nur Bayti, Atlet Lari Asal Desa Nguken, Kecamatan Padangan: Ganti Baju di Toilet Lapangan agar Tak Telat Sekolah

M. Irvan Romadhon • Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB
JUARA: Fitria Bilqis Nur Bayti mendapatkan juara lari jarak jauh. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
JUARA: Fitria Bilqis Nur Bayti mendapatkan juara lari jarak jauh. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

Prestasi menjadi juara pertama ketika awal mengikuti lomba, membuat Fitria Bilqis Nur Bayti hobi lari. Bahkan kini berbagai pretasi sudah pernah diraih Fitria di lari nomor 5.000 meter (M), 1.500 M dan 1.000 M.


M. IRVAN RAMADHON, Bojonegoro 


KECAMATAN Padangan tak pernah berhenti melahirkan atlet lari. Salah satunya Fitria Bilqis Nur Bayti, atlet lari jarah jauh yang sudah meraih berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Fitria sudah sekitar tiga tahun menekuni lari jarak jauh. Tepatnya di nomor 1.000 M, 1.200 M, dan 5.000 M. Atlet 15 tahun itu mulai menekuni lari jarak jauh ketika duduk di bangku MTs. Tepatnya saat mewakili madrasah di lomba lari tingkat kecamatan.

Perjalanan menjadi atlet lari bermula ketika mengikuti seleksi yang diadakan saat kelas 7. Akhirnya terpilih untuk mewakili sekola di tingkat kecamatan. Momen pertama kali bertanding langsung juara 1.

Baca Juga: Ittaqwin Khoirin, Juara 1 Pencak Silat Dandepohar 30 Cup 2026: Belajar dari Kekalahan dan Mengenali Kekurangan

‘’Dari situ saya memilih menekuni lari,” ungkap atlet asal Desa Nguken, Kecamatan Padangan.

Padahal ketika perdana mengikuti lomba tingkat kecamatan itu Fitria merasa deg-degan. Juga ragu tapi tetap berusaha tenang dan meyakinkan diri bahwa bisa.

‘’Alhamdulillah pertama kali lomba dapat juara 1,” jelas atlet tergabung di klub Predator itu.

Jauh sebelum itu, Fitria ketika kecil pernah melihat atlit lari di televisi. Di momen itu muncul keinginan untuk menjadi atlit lari. Namun tidak tahu ada klub atletik di sekitar Kecamatan Padangan.

‘’Dulu sempat berfikir menjadi atlet lari hanya mimpi yang tak bisa jadi kenyataan,” jelas siswi MAN 5 Bojonegoro itu.

Namun takdir justru membawa Fitria menemukan jalan menjadi atlet lari. Hingga akhirnya kesempatan itu muncul ketika di MTs.

Ketika pertama berlatih Fitria sempat takut. Terlebih belum mengenal teman-teman di klub Predator. Namun juga senang bisa ikut latihan di klub yang sejak dulu diinginkan sebagai wadah untuk bisa menjadi atlit lari.

 Setelah menekuni lari, seiring berjalannya waktu Fitria semakin menyukai lari. Momen bisa menyelesaikan target yang diberikan pelatih di latihan maupun saat bertanding menjadi hal paling disukai.

‘’Dukanya fasilitas lapangan yang kurang memadai saat latihan,” ungkapnya.

Pengorbanan Fitria untuk meraih prestasi di lari tak main-main. Waktu yang biasa digunakan untuk bermain sekarang harus digunakan untuk latihan. Tentu untuk mewujudkan mimpi menjadi atlit lari internasional dan bisa masuk televisi.

Baca Juga: Melihat Gelaran Festival Film Dokumenter Pelajar Bojonegoro: Angkat Kisah Lokal, Dari Pawon Krecek hingga Gipang

Selain itu, karena rumah jauh dari tempat latihan, Fitria harus berangkat lebih awal. Agar bisa latihan dengan atlet lain. Bahkan di saat atlet lain pulang terlebih dahulu usai latihan pagi untuk bersiap sekolah. Fitria memilih mandi dan ganti baju di toilet dekat lapangan agar tidak menghambat sekolah.

‘’Untungnya untuk bertanding sekolah selalu mendukung setiap pertandingan yang diikuti, dengan  memberi keringanan atau dispensasi saat dibutuhkan untuk persiapan pertandingan,” ujarnya.

Orang tua Firia mendukung pilihannya menjadi menjadi atlit lari. Terkadang mendampingi di beberapa pertandingan yang diikuti. Juga memberi fasilitas yang dibutuhkan sebagai atlit lari.

‘’Seperti sepatu yang sesuai untuk lari hingga jam yang khusus untuk lari,” jelasnya.

Selain itu, pelatih di klub memberikan dampak besar bagi performa Fitria. Tentu melalui dukungan positif, motivasi, serta mengevaluasi kekurangan ketika latihan agar performa meningkat.

Walau sudah meraih banyak prestasi di lari jarak jauh, Fitria masih memiliki target di beberapa kejuaraan bergengsi. Misal Jatim Open, popda dan masih banyak lagi.

‘’Ada beberapa lomba yang masih ingin dicapai kedepannya,” ungkapnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#lari jarak jauh #Lari #Lomba #bojonegoro #Sekolah