Ittaqwin Khoirin, berhasil meraih Juara 1 Tanding Kelas I Remaja Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar 30 Cup 2026 di Malang yang berlangsung 12-13 April.
HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro
RASA gugup selalu menghinggapi Ittaqwin Khoirin saat berdiri di tepi gelanggang, saat menunggu giliran bertanding, diliputi campuran takut, bingung, dan semangat. Namun, dari momen itulah, langkahnya sebagai atlet mulai terbentuk.
Remaja 17 tahun asal Dusun Mbendo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro ini tidak datang dari latar belakang besar. Dirinya baru mulai menekuni pencak silat sejak 2023, berangkat dari ketertarikan bela diri.
Perjalanan singkat itu berbuah manis. Aqwin, sapaan Ittaqwin Khoirin, berhasil meraih Juara 1 Tanding Kelas I Remaja Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat Dandepohar 30 Cup 2026 di Malang yang berlangsung 12-13 April.
Kejuaraan tingkat nasional yang diikuti peserta dari kalangan militer dan umum itu menjadi salah satu ajang bergengsi untuk menguji kemampuan atlet silat.
Baginya, gelanggang bukan hanya tempat bertanding. Tetapi menjadikannya ruang belajar. Juga, terbiasa memerhatikan teknik lawan, membaca pola permainan, hingga mencari celah untuk berkembang.
“Dari melihat orang lain bertanding, saya bisa dapat ilmu dan teknik baru,” tuturnya.
Pengalaman bertanding juga membawanya ke berbagai daerah, termasuk Bali. Dari Pulau Dewata itu, ia tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga membangun jejaring pertemanan dengan sesama atlet.
Baca Juga: Radar History: Ketika Anggota TNI/Polri Masuk DPS Pilkada Blora Periode 2005 Silam
Meski kini meraih juara, perjalanan siswa kelas 12 itu tidak selalu mulus. Ia pernah merasakan kekalahan yang membuatnya diliput kesedihan. Namun, tidak ada kata berhenti di kamusnya..
“Saya tidak pernah kecewa dengan diri saya, karena sudah berusaha sungguh-sungguh,” katanya.
Dari setiap kekalahan, selalu ada tempat untuk belajar, serta mengenali kekurangan. Baginya, proses latihan dan pengalaman jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir.
Kini, langkahnya masih panjang. Dari dusun kecil di Kecamatan Kedungadem, Aqwin membawa mimpi lebih besar. Membawa nama pencak silat Indonesia, serta bisa bersaing ke tingkat dunia.
“Mampu bersaing di tingkat internasional (global) dan meraih prestasi tertinggi, seperti dalam kejuaraan dunia,” harapnya. (*/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko