Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Imam Bagaskara, Salah Satu Ilustrator Digital Bojonegoro: Berawal Mengisi Suntuk di Kantor dengan Menggambar

Hakam Alghivari • Selasa, 7 April 2026 | 14:30 WIB
BERKARYA: Imam Bagaskara, salah satu ilustrator digital asal Bojonegoro yang karyanya sudah mendunia.
BERKARYA: Imam Bagaskara, salah satu ilustrator digital asal Bojonegoro yang karyanya sudah mendunia.

 Imam Bagaskara menemukan arah baru. Bukan sekadar soal gambar, ilustrasi menjadi ruang pelarian dari kejenuhan, yang perlahan tumbuh menjadi jalan hidup yang ditekuni hingga kini.


HAKAM ALGHIVARI, Bojonegoro


SEJAK 2021, Imam Bagaskara masih berkutat dengan rutinitas pekerjaan kantor yang dianggap monoton.

Hingga satu titik, rasa suntuk itu mendorongnya kembali membuka ruang lama. Yakni, menggambar.

“Dari rasa suntuk karena pekerjaan di kantor dan mencoba mengeksplor kembali kegiatan menggambar,” kata pria akrab disapa Bagas itu.

Dia menceritakan, dari yang awalnya sekadar mengisi waktu, ilustrasi justru membawanya semakin jauh.

Baca Juga: Melihat Kegiatan Komunitas Literasi Sanggarjati Kecamatan Kedungadem: Ajak Anak-Anak Berkegiatan Jaga Lingkungan

Laki-laki 29 tahun itu memilih jalur freelance, sebuah keputusan yang memberinya ruang bernapas lebih lega dalam bekerja.

“Lebih nyaman dengan pola kerja saya,” terangnya. Pelan-pelan, dunia yang ia masuki itu mempertemukannya dengan banyak hal baru.

Klien berdatangan, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Setiap proyek menjadi pengalaman, sekaligus proses belajar yang tidak pernah berhenti.

“Banyak bertemu dan belajar dari klien-klien baru, baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Ahmad Zaki Febriansyah, Guru SMPN 1 Kasiman Lari 4 Km ke Sekolah: Kampanyekan Hidup Sehat dan Hemat Energi

Di balik itu, ada kepuasan yang sulit dijelaskan ketika karya yang ia buat benar-benar digunakan.

Bagi Bagas, momen itu menjadi titik di mana semua proses terasa sepadan. “Yang paling saya sukai tentunya hak yang didapat dan ketika karya dipakai,” ujar bapak satu anak itu.

Namun, bekerja tanpa batas waktu juga punya konsekuensi. Ada masa ketika pekerjaan datang bertubi-tubi, membuat ritme hidupnya ikut berantakan.

“Terkadang sering overload pekerjaan sehingga pola hidup berantakan,” kata pria tinggal di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.

Baca Juga: Murjito, Salah Satu Food Fotografer Asal Bojonegoro: Berawal dari Gawai dan Peralatan Sederhana

Sekarang, langkah Bagas mulai bergerak ke arah yang lebih besar. Bersama rekan-rekannya, sedang mengembangkan studio kreatif.

Sebuah ruang kolaborasi yang tidak hanya menjadi tempat berkarya, tetapi juga pijakan untuk berkembang lebih jauh.

Dia berharap, di masa depan  tak hanya sebagai ilustrator semata, tetapi juga merambah ke dunia manajemen kreatif hingga art director.

Dari rasa jenuh yang sederhana, Bagas justru menemukan jalan yang tak pernah ia duga sebelumnya. (*/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#mengeksplor #menggambar #ilustrator #desain #digital