Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Refid Cikho Muhammad, Juara 1 Liga Milo Nasional Championship 2026: Mengidolakan Neymar dan Bermimpi Jadi Pemain Timnas Indonesia

Dewi Safitri • Selasa, 10 Februari 2026 | 08:00 WIB

 

BIBIT UNGGUL: Refid Cikho Muhammad berhasil meraih juara 1 Liga Milo Nasional Championship 2026
BIBIT UNGGUL: Refid Cikho Muhammad berhasil meraih juara 1 Liga Milo Nasional Championship 2026
 

 

Refid Cikho Muhammad berhasil meraih berbagai prestasi, mulai dari tingkat regional hingga nasional. Memiliki satu impian, yakni menjadi pemain Timnas Indonesia.


DEWI SAFITRI, Bojonegoro


LAPANGAN hijau bagi Refid Cikho Muhammad bukan sekadar hamparan rumput dengan dua gawang di ujungnya. Tapi, bocah 12 tahun asal Desa Suwaloh, Kecamatan Balen, Bojonegoro itu belajar tentang mimpi, disiplin, dan keberanian.

Sejak usia 9 tahun, Refid sapaannya, sudah menambatkan hati pada sepak bola. Ketertarikannya bermula sederhana.

Ia sering menatap layar, menyaksikan permainan para bintang dunia, hingga menemukan sosok idola yang membekas di benaknya, yakni Neymar.

Dari sana, hasrat itu tumbuh. Ia ingin berlari sepertinya, menggiring bola dengan keberanian, dan mencetak gol dengan keyakinan. Sepak bola pun menjelma bukan sekadar hobi, melainkan cita-cita.

“Mulai usia 9 tahun, bermula dari melihat sepak bola. Punya idola di permainan sepak bola dan ingin menjadi sepertinya,” kata siswa Kelas 5 SDN Suwaloh tersebut.

Sejak saat itu, Refid tak pernah berhenti. Ia menempuh banyak pengalaman, dari turnamen kecil hingga ajang bergengsi.

Event regional hingga nasional telah ia jelajahi. Dari Banyuwangi, Surabaya, Malang, hingga Jakarta. Setiap perjalanan memberinya cerita, setiap pertandingan menambah pelajaran.

Ia belajar tentang persahabatan dalam tim, kedisiplinan dalam latihan, dan keberanian saat menghadapi lawan yang lebih kuat.

Justru ketika berhadapan dengan tim tangguh, semangat Refid kian menyala. Tantangan menjadi pemantik untuk bermain lebih baik.

Baca Juga: Imarah Dinillah Anwar, Juara 1 Kejuaraan Nasional Indonesia Superfight Taekwondo Championship 2025: Kegagalan Dijadikan Batu Loncatan

Ia paham, sepak bola bukan hanya soal menang, tetapi tentang keberanian menghadapi tekanan dan kemauan untuk terus berkembang.

“Banyak pengalaman di dalam maupun luar kota. Mulai dari event regional hingga nasional. Juga, bisa mengenal banyak teman dari luar kota. Bisa keliling di berbagai kota,” kisahnya.

Deretan prestasi tercatat di sepanjang perjalanan Refid dengan rapi. Diantaranya, Juara 2 Liga Milo Regional Surabaya 2025; Juara 2 PORKAB Bojonegoro 2025; Juara 2 Liga Milo Regional Malang 2025; dan Juara 1 Anniversary Jawara Fc 2025.

Kemudian Juara 1 Grassroot Anniversary Sekarlangit 2025; Juara 1 Ansor Cup Championship 2025; Juara 1 Anniversary Grassrot Tunas Sakti Cup se-Jatim 2025; dan Juara 2 Jawara Cup se-Jatim 2024.

Serta Juara 3 Liga Anak Nasional 2025; Juara 1 Liga Milo Nasional Championship di Jakarta 2026; dan Juara 1 Liga Milo Regional Banyuwangi 2026.

Di balik setiap langkah Refid, ada dukungan penuh dari orang tua. Mereka setia menemani, membiayai, dan menguatkan, ke mana pun turnamen memanggil.

Kini, Refid terus menata mimpi. Bertekad menjadi lebih baik lagi. Dan, bercita-cita menjadi pemain Timnas Indonesia kelak suatu hari nanti.

“Ingin menjadi pemain Timnas Indonesia. Menjadi seperti idola saya, Neymar,” pungkasnya. (*/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#Sepak Bola #Timnas Indonesia #disiplin #keberanian #neymar #Mimpi