Imarah Dinillah Anwar semangat meraih impian menjadi atlet internasional, rentetan prestasi berhasil diraih, mulai dari tingkat lokal hingga nasional.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
Di atas matras, langkah kecilnya melaju tanpa ragu. Tendangan Imarah Dinillah Anwar melayang penuh keyakinan. Di usia sembilan tahun, salah satu siswi swasta ini telah menulis kisahnya sendiri. Tentang keberanian yang tumbuh sejak TK besar. Saat ia memulai taekwondo pada usia enam tahun dan dijuluki atlet cilik Bojonegoro.
Benih itu tumbuh dari rumah. Ayahnya adalah seorang atlet angkat besi. Semangat berlatih dan disiplin diturunkan. Bukan sekadar teknik, melainkan nilai.
Meski perempuan, Dini sapaannya memilih taekwondo sebagai bekal bela diri. Melindungi diri, sahabat, dan keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Di matanya, kekuatan bukan soal menyerang, melainkan kesiapan menjaga.
‘’Walaupun perempuan, setidaknya bisa bela diri. Bisa melindungi diri sendiri, teman, dan keluarga,’’ ujar atlet cilik tinggal di Jalan Teuku Umar, Kadipaten, Bojonegoro tersebut.
Prestasi Dini mengalir sejak kelas 1 SD. Mulai dari kompetisi di tingkat kabupaten, naik ke provinsi, hingga melenggang ke kancah nasional. Enam medali emas, dua perak, dan satu perunggu telah ia kumpulkan. Puncaknya, kelas 3 ini, Dini tampil di Kejuaraan Nasional ISF di Yogyakarta dan pulang membawa emas. Koleksinya bertambah, keyakinannya menguat.
Rentetan kejuaraan yang berhasil dimenangkannya meliputi Juara 1 Festival Putri Taekwondo Antar Pelajar Bojonegoro 2024; Juara 1 Taekwondo POPKAB III Bojonegoro 2025; dan Juara 2 Jatim Open Piala Koni Pusat RI di Kanjuruhan Malang 2024.
Kemudian Juara 1 Tekwondo Championship Jatim Reborn 2024; Juara 2 Kejuaraan Provinsi Antar Pelajar dan Mahasiswa Taekwondo Jatim 2024; Juara 3 Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Antar Pelajar 2024; serta Juara 1 Kejuaraan Provinsi Jawa Timur Road To Porprov 2025 di Jember.
Selanjutnya Juara 1 Taekwondo Championship Piala Walikota Surabaya Se Jatim 2024; dan Juara 1 Kejuaraan Nasional Indonesia Superfight Taekwondo Championship 2025.
‘’Semoga ke depan bisa menjadi atlet yang professional. Tapi, tetap berprestasi di bidang akademik dan mengaji,’’ harapnya.
Dikenal sebagai anak yang sangat percaya diri. Tak jarang Dini bertemu lawan yang lebih besar. Baik dari segi usia maupun sabuknya. Namun, ia tak gentar, tetap tenang dan fokus. Tendangan tepat di kepala lawan menjadi bagian paling disukainya. Karena dari sanalah keberanian bertemu strategi. Skor berganda langsung didapatkannya.
‘’Sering mendapatkan lawan yang lebih besar. Lebih tinggi sabuknya, bahkan sudah kelas 6. Tapi, alhamdulillah tetap bisa juara 1,’’ kisahnya dengan bangga.
Perjalanannya tidak selalu ringan, namun dengan support dari orang terdekat membuatnya tetap semangat. Melaju dengan kencang, menembus segala impian. Utamanya, dukungan emosional dari orang tua, guru, hingga pelatih. Yang membuatnya merasa aman, kepercayaan diri, dan mendapat ketenangan mental tersendiri.
Cita-cita mulia mengiringi setiap perjuangan Dini. Menjelma semangat dan tekad kuat yang tertanam dalam diri. Yakni, ingin menjadi atlet taekwondo tingkat internasional.
Bagi Dini, kemenangan sejati adalah mengatasi diri sendiri. Fokus pada proses dan disiplin harian. Bukan hanya hasil akhir. Dengan menanamkan bahwa kegagalan adalah batu loncatan, bukan akhir.
‘’Dengan mengubah rasa malas menjadi motivasi untuk bangkit dan lebih baik lagi,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana